LombokPost - Pelaksanaan mudik Lebaran 2026 di Pulau Bali berubah menjadi "horor" bagi ribuan masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Kemacetan parah yang terjadi di jalur Denpasar–Gilimanuk memaksa para pemudik menghabiskan waktu hingga hampir satu hari penuh hanya untuk mencapai bibir pelabuhan.
Kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu arus mudik paling parah dalam beberapa tahun terakhir, di mana antrean kendaraan mengular tanpa pergerakan berarti selama berjam-jam.
Tempuh 24 Jam untuk Jarak 30 Kilometer
Salah seorang pemudik asal Kota Negara, Witari, menceritakan pengalaman pahitnya terjebak dalam kemacetan total. Berangkat dari rumahnya pada Minggu (15/3) pukul 09.00 WITA, ia baru bisa menyentuh Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (16/3) pukul 06.50 WITA.
"Hampir 24 jam hanya dari Kota Negara menuju Pelabuhan Gilimanuk. Padahal jaraknya normalnya tidak sampai satu jam. Benar-benar macet total dan sangat parah, sangat menguras energi di hari pertama mudik," keluhnya saat ditemui setelah berhasil masuk kapal penyeberangan.
Ekor Kemacetan Capai 20 KM
Hingga Senin (16/3) siang, pantauan di lapangan menunjukkan ekor kemacetan masih mencapai kawasan Lapangan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.
Jarak ini terpaut sekitar 20 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Bahkan, laporan lain menyebutkan antrean kendaraan sempat menembus hingga 31 kilometer ke arah Kabupaten Buleleng (Desa Sumberklampok).
Situasi ini diperparah dengan terik matahari yang menyengat, menyebabkan belasan pemudik dilaporkan tumbang karena kelelahan dan dehidrasi saat mengantre di jalur terbuka.
Kurang lebih ada 17 pemudik pingsan di tengah antrean pelabuhan Gilimanuk.
Mudik Terparah
Seorang pemudik asal Lombok, Agus Supardi bercerita pengalaman mudik tahun ini paling parah.
Baginya yang hampir setiap tahun mudik, tidak pernah alami kemacetan separah ini di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
"Macet kami wajar karena banyak pemudik, tapi yang paling gila tahun ini sih," cerita.
Bahkan saat dirinya terjebak macet itu hampir 40 kilometer dan itu kendaraan tidak jalan berjam-jam.
Dirinya pun memperkirakan kondisi ini karena pelabuhan bakal tutup saat perayaan Nyepi.
Ia sekeluarga membawa santai saja kondisi tersebut, tapi ini menjadi pengalaman mudik yang tak bakal dilupakan.
Imbauan bagi Pemudik asal NTB
Bagi warga Nusa Tenggara Barat yang berencana mudik menuju Jawa melalui jalur darat (Lombok–Bali–Jawa), situasi di Gilimanuk ini menjadi peringatan serius. Mengingat waktu tunggu yang sangat lama, pemudik dihimbau dapat mengantisipasinya.
Membawa Bekal Cukup: Pastikan persediaan air minum dan makanan ringan memadai di dalam kendaraan.
Kondisi Fisik & Kendaraan: Jangan memaksakan diri jika sudah merasa sangat lelah. Pastikan bahan bakar kendaraan dalam posisi penuh sebelum memasuki jalur kemacetan Jembrana.
Alternatif Waktu: Pertimbangkan untuk menunda perjalanan hingga tengah malam atau memantau aplikasi live traffic guna menghindari puncak kepadatan.
Pihak kepolisian setempat terus berupaya melakukan rekayasa lalu lintas di kantong-kantong parkir, namun volume kendaraan yang terus mengalir dari arah Denpasar dan Singaraja membuat antrean sulit terurai dengan cepat.
Editor : Kimda Farida