Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MUDIK ANTI-KEJEBAK MACET! Kini Bisa Pantau Ratusan Titik Jalan via CCTV Real-Time, Pemudik Wajib Simpan Dua Link Ini

Nurul Hidayati • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:35 WIB

Salah satu pantauan CCTV di Kota Bogor yang bisa dicek real-time oleh pemudik.
Salah satu pantauan CCTV di Kota Bogor yang bisa dicek real-time oleh pemudik.

LombokPost - Lonjakan mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah menuntut kesiapan mental dan strategi yang matang bagi para pengemudi. 

Guna menghindari terjebak dalam kemacetan "horor" di jalur-jalur krusial, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan fasilitas pantauan kamera pengawas (CCTV) secara real-time.

​Fasilitas ini memungkinkan pemudik di Pulau Jawa dan Sumatera melihat langsung kondisi kepadatan jalan, cuaca, hingga titik-titik penyempitan jalur hanya melalui layar ponsel.

Dua Gerbang Informasi Utama

Kementerian PUPR membagi akses pantauan menjadi dua kategori utama untuk memudahkan masyarakat menentukan pilihan rute.

​1. Pantauan Jalan Nasional (Arteri)

Bagi pemudik yang memilih jalur non-tol atau jalur alternatif, akses dapat dilakukan melalui:

​Tautan: https://binamarga.pu.go.id/cctv-ai/

​Fungsi: Menampilkan visual dari berbagai ruas jalan nasional di seluruh Indonesia. Keunggulannya, sistem ini mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendeteksi volume kendaraan secara lebih akurat di titik-titik pasar tumpah dan persimpangan strategis.

​2. Pantauan Jalur Tol (Bebas Hambatan)

Khusus bagi pengguna Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, pantauan dilakukan melalui:

​Tautan: https://mudik.pu.go.id/cctv-tol

​Fungsi: Menyajikan live streaming dari ratusan kamera yang terpasang di sepanjang jalan tol, mulai dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Kalikangkung, hingga Bakauheni. Ini sangat krusial untuk mengecek pemberlakuan sistem one way atau contraflow.

Strategi "Cek Sebelum Berangkat"

​Pemanfaatan CCTV ini diharapkan dapat membantu pemudik dalam mengambil keputusan cepat. Misalnya, jika terpantau antrean di gerbang tol sudah mengular lebih dari 5 kilometer, pemudik bisa segera memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat atau keluar menuju jalur arteri.

​Data visual ini adalah mata bagi pemudik di lapangan. Menghimbau masyarakat untuk mengecek link ini secara berkala, minimal 30 menit sekali saat mendekati titik-titik krusial.

Pesan untuk Pemudik asal NTB

​Bagi warga Nusa Tenggara Barat yang saat ini sedang melakukan perjalanan mudik dari wilayah Jakarta atau Surabaya menuju Mataram, pantauan CCTV di rute Jawa Timur (seperti Tol Probowangi) sangat disarankan. Hal ini guna memastikan perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan tetap lancar dan tidak terhambat oleh penutupan jalur situasional.

​Pastikan perangkat ponsel memiliki koneksi internet yang stabil dan daya baterai yang cukup agar pantauan visual ini tetap bisa diakses sepanjang perjalanan. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik terlambat sedikit karena menghindari macet daripada memaksakan diri di tengah kepadatan yang menguras emosi dan fisik. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#mudik #jalan tol #Jalan - jalan ke Yogya #CCTV #bina marga