Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puspom TNI Tahan 4 Prajurit di Rutan Super Maximum Security, Buntut Penyiraman Air Keras Wakil Koordinator KontraS

Nurul Hidayati • Kamis, 19 Maret 2026 | 17:21 WIB

Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

LombokPost - Tabir gelap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai tersingkap.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI secara resmi telah menerima dan menahan empat prajurit dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang diduga kuat terlibat dalam aksi kekerasan tersebut pada Rabu (18/3).

Keempat prajurit yang berasal dari matra AL dan AU tersebut kini menjalani penahanan intensif di bawah pengawasan ketat untuk pendalaman motif serangan yang mengguncang aktivis hak asasi manusia di Indonesia ini.

 Baca Juga: Staf KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Negara Diminta Tak Tinggal Diam!

Dititipkan di Tahanan Super Maximum Security

Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengonfirmasi bahwa meski status mereka belum ditetapkan sebagai tersangka, penahanan tetap dilakukan sebagai langkah prosedural penyelidikan. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses hukum, para prajurit ini dititipkan di fasilitas khusus.

”Sudah kami lakukan pemeriksaan di Puspom TNI. Terkait tempat penahanannya, akan kami titipkan di Pomdam Jaya, di sana ada tahanan Super Maximum Security,” tegas Mayjen Yusri kepada awak media.

Profil Terduga Pelaku: Dari Perwira hingga Bintara

Keempat terduga pelaku yang bertugas di Denma BAIS TNI tersebut diketahui memiliki latar belakang pangkat yang bervariasi. Puspom TNI merinci inisial dan pangkat mereka sebagai berikut: Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Hingga saat ini, Puspom TNI masih mendalami peran masing-masing individu serta apa yang melatarbelakangi aksi nekat mereka menyerang aktivis KontraS tersebut. "Kami mohon bersabar, kami masih mendalami motif dan motivasinya," tambah jenderal bintang dua TNI AD tersebut.

Kronologi Serangan: Pasca-Podcast 'Remiliterisme'

Peristiwa tragis yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis tengah malam (12/3). Serangan air keras tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal sesaat setelah korban menyelesaikan sesi siniar (podcast) di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat. Ironisnya, diskusi tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius sebesar 24 persen yang tersebar di area wajah, dada, tangan, hingga bagian mata. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta.

Atensi bagi Publik dan Aktivis

Kasus ini menarik perhatian luas karena melibatkan unsur lembaga intelijen strategis. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak proses hukum dilakukan secara transparan dan tuntas mengingat dampak fisik permanen yang dialami oleh korban.

Bagi masyarakat, khususnya di lingkungan aktivis dan jurnalis, kasus ini menjadi pengingat pentingnya protokol keamanan saat menyuarakan isu-isu sensitif di ruang publik. Pihak TNI berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara akuntabel sesuai dengan hukum militer yang berlaku.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#penyiraman #Air Keras #aktivis #oknum #TNI