LombokPost – Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait kegiatan open house Lebaran 2026 untuk seluruh pejabat.
Para pejabat diminta tidak menggelar open house secara berlebihan. Imbauan ini berlaku untuk seluruh pejabat pusat hingga ke pemerintah daerah.
SE ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara sebelumnya.
Melalui SE itu, presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk memberikan contoh yang baik kepada rakyat Indonesia.
Terlebih masih banyak kalangan masyarakat yang masih berada dalam kondisi ekonomi yang belum baim.
Bahkan di sebagian daerah seperti Sumatera masih merayakan Lebaran dalam suasana bencana.
Oleh karena itu, para pejabat diminta untuk lebih peka dan menjaga empati sosial dalam merayakan momentum hari raya.
"Jadi kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halal bihalal," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta.
Langkah mematuhi imbauan presiden ini salah satunya dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia secara terbuka menyatakan tidak menggelar open house sebagai bentuk pengiritan.
"Enggak boleh katanya open house. Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit," kata Purbaya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3).
Sikap serupa disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dalam perayaan Lebaran 2026 ini, Dasco memastikan tidak mengadakan open house untuk publik di kediamannya.
"Keputusan ini mengikuti surat edaran yang diterbitkan oleh Mensesneg untuk seluruh menteri dan pejabat agar tidak berlebihan dalam menggelar open house Lebaran," ujar Dasco, Jumat (20/3).
Sikap para petinggi negara ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat pusat hingga daerah untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriyah secara sederhana dan penuh empati sosial.
Editor : Prihadi Zoldic