Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM Bersubsidi, Persiapan Haji Sudah 100 Persen

Lombok Post Online • Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:30 WIB

Ribuan masyarakat melakukan ibadah haji di Masjidil Haram, Arab Saudi, tahun lalu. (Kemenag RI)
Ribuan masyarakat melakukan ibadah haji di Masjidil Haram, Arab Saudi, tahun lalu. (Kemenag RI)

LombokPost - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap terkendali.

Langkah antisipatif dilakukan dengan memetakan cadangan serta mengamankan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah menjamin stabilitas pasokan dan harga energi nasional tetap terjaga meskipun tekanan global terus meningkat.

”Insya Allah pemerintah akan menjaga pasokan energi, cadangan energi, dan harga. Dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, hari ini BBM di negara kita tercinta baik bensin, solar, maupun LPG terpenuhi dengan baik," ujarnya seusai menggelar kunjungan kerja ke Jawa Tengah pada Kamis (27/3).

Bahlil mengklaim bahwa Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan solar sepenuhnya dari produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Namun, untuk BBM jenis bensin, sekitar 50 persen masih dipenuhi dari impor. Bahkan, untuk LPG mencapai 70 persen dari total kebutuhan nasional. ”Tapi saya yakinkan Insya Allah kita (masih, Red) dalam kondisi yang baik," paparnya.

Saat ini, kata Bahlil, pemerintah terus bergerak mencari sumber pasokan baru untuk mengurangi ketergantungan BBM dari kawasan rawan konflik, termasuk mengalihkan jalur impor minyak mentah dari Selat Hormuz ke negara lain.

Sejauh ini, 20 persen crude oil yang dikirim ke Indonesia berasal dari selat tersebut.

Pejabat yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menegaskan hingga kini pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait skema subsidi.

Di sisi lain, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Bahlil juga menyoroti potensi penyalahgunaan distribusi energi oleh oknum tertentu. ”Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan," tegasnya.

Haji Sesuai Jadwal

Di tengah konflik kawasan Timur Tengah yang tak kunjung mereda, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan persiapan haji sudah 100 persen. Selain itu, penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen.

Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, calon jamaah haji (CJH) Indonesia mulai diberangkatkan ke Saudi pada 22 April. ”Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan," kata Menhaj Mochammad Irfan Yusuf.

Dia mengatakan bahwa Kemenhaj sudah berkoordinasi dengan syarikah atau penyedia layanan haji di Saudi, khususnya pada masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Irfan memastikan kartu Nusuk sebagai tanda pengenal jemaah haji resmi tidak lagi dibagikan di Saudi. Untuk memudahkan jemaah, kartu Nusuk akan dibagikan di embarkasi menjelang keberangkatan.

Irfan meminta masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar misi haji tahun ini berjalan lancar dan sesuai jadwal. Khususnya terkait dengan konflik di Timur Tengah yang masih berkecamuk. ”Insya Allah pemberangkatan haji sesuai jadwal. Mohon doanya," tuturnya.

Dia berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya bisa segera mereda sehingga situasi kembali normal, termasuk lalu lintas udaranya. (bry/wan/ris/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Haji #minyak #impor #Negara #BBM