Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BRIN Warning Kemunculan ‘Godzilla El Nino’, Jawa hingga Nusa Tenggara Terancam Kekeringan Ekstrem!

Nurul Hidayati • Senin, 30 Maret 2026 | 17:10 WIB

Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026: BRIN Ingatkan Potensi Kemarau Horor, Sektor Pangan dalam Bahaya
Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026: BRIN Ingatkan Potensi Kemarau Horor, Sektor Pangan dalam Bahaya

LombokPost - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis peringatan dini yang mencengangkan terkait kondisi iklim Indonesia tahun ini.

Tak main-main, fenomena El Nino dengan intensitas luar biasa yang dijuluki ‘Godzilla El Nino’ diprediksi bakal menghantam wilayah tanah air pada pertengahan 2026.

Julukan ini diberikan karena kekuatannya yang berada di level ekstrem, jauh melampaui siklus El Nino reguler yang pernah terjadi sebelumnya.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa skala kekuatan ‘Godzilla’ ini diprediksi mampu mengacak-acak stabilitas cuaca global.

Bagi Indonesia, ini adalah alarm bahaya bagi sektor pertanian dan cadangan air bersih. "Fenomena ini bukan tanpa alasan dijuluki Godzilla.

Intensitasnya yang sangat tinggi dapat memicu perubahan drastis pada pola cuaca," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Lombok Timur Antisipasi Kemarau Panjang

Kondisi ini diperparah dengan potensi munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif secara bersamaan.

Jika duet maut ini terjadi, pembentukan awan hujan di Indonesia akan mati suri.

Suhu permukaan laut di wilayah barat Indonesia mendingin, sementara massa uap air justru "minggat" tertarik ke arah Samudra Pasifik bagian timur.

Baca Juga: SIAGA DINI! NTB Masuk Daftar Wilayah Pertama Musim Kemarau April 2026, BMKG Petakan Pergerakan Musim di 699 Zona

Akibatnya, awan lebih banyak ‘nongkrong’ di Pasifik, sementara Indonesia hanya kebagian panas menyengat dan udara kering.

Wilayah selatan Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, diproyeksikan menjadi "zona merah" yang paling terdampak kekeringan ekstrem ini.

Ancaman krisis air bersih dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) kini membayangi di depan mata. Sebaliknya, pola hujan di wilayah Maluku dan Papua diprediksi akan menjadi tidak menentu.

Menanggapi ancaman horor iklim ini, pemerintah pusat maupun daerah didesak untuk segera melakukan langkah mitigasi darurat.

Optimalisasi waduk, embung, hingga penyiapan alat pemadam karhutla menjadi harga mati. Para petani pun diimbau untuk mulai beralih ke komoditas yang lebih tahan banting terhadap kekeringan.

Masyarakat diharapkan mulai bijak mengonsumsi air sebelum puncak kemarau ekstrem benar-benar mengeringkan sumber-sumber kehidupan pada pertengahan tahun ini.

Editor : Kimda Farida
#kemarau #Indonesia #BRIN #el nino #Godzilla