LombokPost - WAKIL Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih (KDMP) cukup tinggi. Sebab, ada harapan masyarakat bisa mendapatkan produk dengan harga murah.
Farida menyebutkan, pada akhir 2025 pihaknya pernah melakukan survei terkait KDMP. Hasilnya, masyarakat menyambut positif kehadiran KDMP.
"Ini tantangan bagi kami untuk mewujudkan fakta operasionalisasi koperasi yang positif," ungkap Farida.
Baca Juga: Sejumlah Desa di KLU Manfaatkan Aset Daerah untuk Gerai KDMP
Dia menambahkan, koperasi harus memiliki peran yang sangat strategis sebagai salah satu pilar pemberdayaan ekonomi rakyat. Karena itu, dia ingin koperasi dikelola profesional dan transparan.
Menurut dia, saat ini pihaknya bersama stakeholder terkait melakukan upaya percepatan agar KDMP yang telah selesai pembangunan fisiknya dapat segera beroperasi.
"Kami harap bisa mencapai tujuan yang sama yaitu ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menegaskan, gedung KDMP harus dibangun di atas tanah yang tidak bersengketa. Status tanah bebas sengketa tersebut sudah menjadi ketentuan yang harus dipenuhi dalam pembangunan.
Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025. "Pemerintah hanya akan menggunakan tanah dengan status clean and clear," ucapnya.
Zabadi mengakui ada berbagai masalah di berbagai daerah terkait pembangunan KDMP. Pihaknya memastikan pempov bersama forkopimda siap turun langsung untuk melakukan penanganan dan koordinasi.
Baca Juga: Kodim Mataram Laporkan Progres Pembangunan Gerai KDMP di Lombok Utara ke Pusat
Zabadi juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Pantauan di Jakarta
Di daerah yang tidak memiliki desa, KDMP disebut dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Di Jakarta, KKMP mulai beroperasi di sejumlah wilayah, termasuk di Kelurahan Melawai, Jakarta Selatan. KKMP itu menjadi lokasi pertama yang diresmikan.
Penjaga toko KKMP Melawai, Eno, mengatakan bahwa aktivitas penjualan sejauh ini berjalan cukup baik. Terutama dengan meningkatnya kunjungan kalangan muda di kawasan Blok M. “Kalau dibilang ramai, ya lumayan. Apalagi sekarang di sekitar sini sudah banyak tenant, jadi anak-anak muda juga banyak yang ke sini,” ujarnya.
Ia menyebut, harga produk yang relatif lebih murah dibandingkan tenant sekitar menjadi salah satu faktor penarik konsumen. Meski demikian, koperasi saat ini masih berfokus pada penjualan makanan ringan dan minuman. Belum menyentuh layanan simpan pinjam.
Kepala Seksi Koperasi UKM Jakarta Selatan, Edi Margono, mengatakan saat ini terdapat sekitar 65 KKMP di wilayah Jakarta Selatan. Menurut dia, secara umum operasional koperasi berjalan cukup baik dan terus mendapatkan pembinaan dari pemerintah, termasuk pelatihan manajemen dan penguatan kelembagaan.
“Ke depan, KKMP tidak hanya sebagai koperasi biasa, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi warga, termasuk mendukung pemasaran produk UMKM,” kata Edi. Ia menambahkan, pengembangan unit usaha seperti simpan pinjam, pemasaran produk UMKM, hingga layanan pembayaran digital akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan masing-masing koperasi. (raf/nad/oni/JPG/r3)
Editor : Redaksi