Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BMKG : Kemarau 2026 Paling Kering dalam 30 Tahun Terakhir

Redaksi • Rabu, 15 April 2026 | 16:24 WIB
WASPADA KEKERINGAN: Hamparan sawah mengering di Desa Sengkol, Lombok Tengah, saat musim kemarau Oktober 2024 lalu. BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Jadi yang Paling Kering dalam 30 Tahun Terakhir. (Dok. Lombok Post)WASPADA KEKERINGAN: Hamparan sawah mengering di Desa Sengkol, Lombok Tengah, saat musim kemarau Oktober 2024 lalu. BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Jadi yang Paling Kering dalam 30 Tahun Terakhir. (Dok. Lombok Post)

LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kepada masyarakat, musim kemarau tahun 2026 berpotensi bersifat lebih kering jika dibandingkan dengan nilai rata-ratanya selama periode 30 tahun terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab menjelaskan selain lebih kering, musim kemarau tahun ini diprakirakan akan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang.

"Bila dibandingkan dengan rata-ratanya selama 30 tahun, musim kemarau tahun ini relatif lebih kering. Namun perlu digarisbawahi, maksudnya adalah lebih kering dari rata-rata, bukan musim kemarau terparah sepanjang 30 tahun," kata Fachri dalam diskusi memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-76 Stasiun Klimatologi Jawa Barat "Observing Today, Protecting Tomorrow" di Jakarta, Selasa (14/4).

Baca Juga: Ancaman 'Godzilla El-Nino' 2026, Kementerian Kehutanan Siaga Satu: Perketat Deteksi Dini dan Patroli Terpadu

Fachri meluruskan informasi di ruang publik belakangan ini yang menyebutkan kemarau 2026 sebagai yang paling ekstrem, bahkan sejumlah pihak menamai dengan sebutan yang terkesan sangat mengerikan Kemarau Godzila atau El Nino Godzila.

BMKG tidak menggunakan istilah tersebut, kata dia, dan menilai fenomena yang digambarkan itu tidak sepenuhnya benar, cenderung berlebihan untuk disampaikan kepada publik.

Jika dibandingkan tahun per tahun, lanjutnya, kemarau 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat, tetapi kondisi tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan 2023.

Baca Juga: Antisipasi Ancaman Godzilla El-Nino, BKPH Ajak Pelaku Usaha NTB Mendukung Pemantauan Hutan

Kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena El Nino yang mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026, kehadiran fenomena inilah yang berpengaruh pada berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Indonesia

"Perlu pula diketahui El Nino dan musim kemarau itu kedua barang yang berbeda gitu ya. Walaupun El Nino mempengaruhi intensitas dari musim kemarau, tapi musim kemarau bukan karena ada El Nino, bukan gitu ya," katanya.

Dia menjelaskan ada atau tidak ada El Nino, di Indonesia tetap ada musim kemarau sepanjang tahun mengingat negara ini beriklim tropis yang hanya ada musim hujan dan kemarau. "Karena kemarau tahun ini berbarengan dengan aktifnya El Nino, sehingga curah hujannya relatif lebih sedikit. Saat ini intensitas El Nino masih dalam kategori lemah," ucap Fachri.

Baca Juga: Waspada! El Niño "Godzilla" dan IOD Positif Intai Indonesia, NTB Terancam Kekeringan Panjang

Adapun intensitas El Nino tersebut diperkirakan meningkat dari kategori lemah menjadi moderat pada triwulan III tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Agustus, September, hingga Oktober sebagaimana analisis dari tim klimatologi BMKG.

Fachri menekankan informasi ini harus ditanggapi serius, namun tidak perlu berlebihan atau bahkan menjadi panik. Kolaborasi lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan mitigasi menjadi hal yang paling penting, sehingga ketersediaan air bersih dan keberlangsungan pertanian-perkebunan terjaga.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa memang tahun ini musim kemarau kita relatif lebih kering dibandingkan dengan rata-ratanya, kemudian ada fenomena El Nino gitu ya. Tapi El Nino itu hanya ada El Nino lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat gitu ya, jadi tidak ada El Nino-El Nino lain, tidak ada El Nino Pokemon, tidak ada El Nino King Kong itu nggak ada ya," kata ucap Direktur Perubahan Iklim BMKG Facri Rajab. (jpg/r2)

Editor : Redaksi
#Ekstrem #kemarau #bmkg #el nino #Godzilla