Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hardiknas 2026: Kemendikdasmen Resmi Terapkan "Deep Learning" Sebagai Program Prioritas

Nurul Hidayati • Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:35 WIB

 

Kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Lombok Utara. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
Kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Lombok Utara. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, resmi mengumumkan implementasi pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) sebagai pilar utama transformasi kelas di Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Ini sebagai langkah konkret mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tangguh.

Baca Juga: MTsN 1 Mataram Sabet Empat Medali di Olimpiade Sains Hardiknas 2025

Mendikdasmen menegaskan bahwa esensi dari perbaikan bangsa harus dimulai dari akar rumput, yakni interaksi di dalam kelas.

Strategi Deep Learning dirancang untuk menggeser pola belajar yang selama ini dianggap sekadar formalitas dan mengejar angka kuantitatif, menjadi pembelajaran yang lebih bermakna.

"Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga: Momen Hardiknas Universitas Mataram Berupaya Wujudkan Pendidikan Bermutu

Pendekatan ini berfokus pada penguatan aspek kognitif dan karakter secara mendalam melalui sistem Among (Asah, Asih, Asuh) yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.

Melalui Deep Learning, siswa diharapkan tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu menumbuhkembangkan potensi fitrahnya sebagai manusia yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab.

Program prioritas ini juga akan didukung oleh lima kebijakan strategis lainnya, termasuk revitalisasi fisik sekolah dan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital.

Pemerintah optimis bahwa sinergi antara kurikulum yang mendalam dan lingkungan belajar yang nyaman akan mempercepat visi menjadikan Indonesia sebagai negara maju, makmur, dan bermartabat.

Implementasi pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) sebagai pilar utama transformasi kelas di Indonesia.

Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun SDM unggul.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perbaikan bangsa harus dimulai dari dalam kelas melalui pembelajaran yang tidak sekadar formalitas, namun menyentuh aspek kognitif dan karakter secara mendalam untuk menjadikan Indonesia negara maju dan bermartabat.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Deep Learning Indonesia #Hardiknas 2026 #Mendikdasmen Abdul Mu’ti #Asta Cita Pendidikan #Transformasi Kurikulum