lombokpost - Pusat Informasi Geopark Rinjani resmi beroperasi di kawasan Sembalun, Sabtu malam (2/5/2026).
Momen Geopark Rinjani resmi beroperasi ini sekaligus menjadi ajang penyambutan pelari internasional dalam event Rinjani 100 Ultra 2026, memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Peresmian Geopark Rinjani resmi beroperasi ini dihadiri langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, jajaran Forkopimda Lombok Timur, serta berbagai stakeholder pariwisata dan lingkungan.
Baca Juga: Pemprov NTB Janjikan Tali Asih 518 Eks Honorer Segera Cair
Pemerintah daerah menilai kehadiran pusat informasi ini menjadi tonggak baru dalam pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan edukasi.
General Manager Geopark Rinjani, Quadro Wicaksono, mengungkapkan bahwa pembangunan pusat informasi ini merupakan hasil kerja panjang sejak 2025.
Ia juga memastikan Geopark Rinjani kembali mengantongi “green card” dari UNESCO setelah proses revalidasi berjalan sukses.
Baca Juga: Arsenal vs Fulham 3-0: Intip Nilai Para Penggawa The Gunners yang Tampil Superior
“Seluruh catatan asesor UNESCO sudah kami tindak lanjuti. Pusat informasi ini bukan sekadar fasilitas, tapi ruang kolaborasi dan edukasi bagi semua pihak,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan Geopark Rinjani tidak lagi mengejar jumlah wisatawan, melainkan kualitas kunjungan.
Konsep pariwisata berkelanjutan menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah konservasi berbasis ekonomi melalui penanaman 780 ribu bibit kopi di kawasan lingkar Rinjani.
Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan kopi Sembalun sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik menegaskan bahwa konsep “Makmur Mendunia” dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan potensi yang sudah ada.
“Tidak harus selalu baru. Yang penting adalah nilai tambah dari potensi tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi atas Geopark Rinjani resmi beroperasi ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan konservasi lingkungan.
Baca Juga: Yasuo Iriawan dan Alinka Hardianti Rajai Hari Pertama Mandalika Festival of Speed 2026
“Dari tempat sederhana ini, kita bangun mimpi besar. Tapi yang paling penting adalah menjaga Gunung Rinjani, karena nilainya jauh lebih besar dari sekadar ekonomi,” ujarnya.
Momentum Geopark Rinjani resmi beroperasi yang beriringan dengan Rinjani 100 Ultra 2026 ini diyakini akan memperkuat branding Lombok sebagai destinasi wisata berkelas dunia.
Tidak hanya itu, langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa Geopark Rinjani mampu berkembang sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. (***)
Editor : Alfian Yusni