LombokPost-Pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY dilaporkan putus kontak setelah mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (2/7) pagi. Pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, dilaporkan meninggal dunia dalam insiden itu.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerima laporan awal dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena. Laporan itu memuat kronologi penerbangan pesawat perintis menuju Lapter Balinggama.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat lepas landas dari Bandara Wamena pukul 06.30 WIT. Pesawat membawa satu pilot dan tujuh penumpang menuju Lapter Balinggama.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan 39 Bandara Baru, Pengembangan Difokuskan Perkuat Konektivitas, Termasuk Wilayah 3T
Berdasarkan data manifest, pesawat mendarat di Lapter Balinggama pukul 06.46 WIT. Sebelum penerbangan, prakiraan cuaca di sepanjang rute dilaporkan dalam kondisi baik.
Otoritas juga tidak menerima informasi awal mengenai gangguan keamanan di sekitar lapter tujuan.
"Tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapter tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif," ujar Lukman, Kamis (2/7).
Situasi berubah setelah pilot menyampaikan laporan bahwa pesawat telah mendarat dengan aman. Setelah laporan itu diterima, komunikasi antara pos area di lapangan terbang dan pesawat terputus.
Dalam laporan awal itu, pilot Nicholas F. Goselin dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang.
Baca Juga: Alat Uji Lengkap Tapi Minim Penguji, UPTD PKB Mataram Sukses Amankan Akreditasi B Kemenhub
PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih mendalami kronologi kejadian. Verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.
Kemenhub juga berkoordinasi dengan operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait. Langkah itu dilakukan untuk memperoleh informasi akurat serta memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan.
Editor : Akbar Sirinawa