Enam Sekolah di Kediri Stop Sementara Penyaluran MBG, Buntut Insiden Dugaan Keracunan Ratusan Siswa

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:49 WIB
FOKUS: Siswa SMPN 1 Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengikuti pembelajaran di kelas. Sejak Selasa (28/7) lalu, siswa sudah tidak menerima MBG karena SPPG Purwodadi di-suspend. (JPG)
FOKUS: Siswa SMPN 1 Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengikuti pembelajaran di kelas. Sejak Selasa (28/7) lalu, siswa sudah tidak menerima MBG karena SPPG Purwodadi di-suspend. (JPG)

LombokPost - Enam sekolah di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diambil buntut insiden keracunan dua hari berturut-turut pada Kamis (23/7) dan Jumat (24/7), yang diduga akibat makanan MBG.

Salah satu sekolah yang menyetop penyaluran MBG yakni SMPN 1 Kras. Kepala SMPN 1 Kras Soedjito mengatakan, sejak Selasa (28/7) lalu, sekolahnya tidak lagi menerima MBG. Salah satu penyebabnya, karena SPPG Purwodadi di-suspend. ”Di-suspend sehingga berhenti (operasional), tidak menyalurkan MBG,” ucapnya saat ditemui di sekolah, Rabu (29/7).

Pascainsiden keracunan yang menimpa 117 siswa di SMPN 1 Kras, Soedjito mengaku terus memonitor kondisi siswa. Terutama mereka yang sebelumnya mengeluh mual, pusing, muntah, dan diare. Tidak hanya memantau kondisi fisik, para guru juga memeriksa kondisi psikologis siswa.

Baca Juga: Pimpinan Baru BGN Disambut Keracunan di Bangkalan

”Saya juga keliling ke kelas-kelas untuk lihat kondisi anak. Saya tanyai katanya masih trauma. Walaupun belum dipastikan penyebabnya apa, tapi ketika mereka saya tanyai, katanya masih trauma,” paparnya.

Sekitar 900 siswa SMPN 1 Kras  terakhir menerima paket MBG pada Senin (27/7) lalu. Banyak murid yang tidak mengambil  makanan. Sementara, yang telanjur mengambil, tidak mau menghabiskan makanan. Mereka mengaku takut mengonsumsi makanan dan khawatir akan mengalami keracunan lagi.

Soedjito menambahkan, meski pihak sekolah bisa mengajukan untuk pindah SPPG, namun itu  baru akan disampaikan ke koordinator wilayah setelah rasa trauma anak-anak mereda. ”Masih menunggu koordinasi dengan korcam. Trauma anak-anak biar agak berkurang dulu,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Surabaya Mual dan Muntah

Selain SMPN 1 Kras, insiden keracunan diduga karena MBG juga dialami enam murid SDN Purwodadi 1 Kras. Hingga kini, pihak sekolah masih belum menerima paket MBG. ”Wali murid minta kembali ke SPPG Nyawangan 2,” jelas Kepala SDN Purwodadi 1 Kras Sutinah.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengungkapkan, madrasah yang siswanya mengalami keracunan juga belum menerima kembali paket MBG. Yakni, MI Barokah At Tahdzib dan MI Darul Huda. ”Masih menunggu koordinasi dengan korwilnya,” jelas Faiz.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menuturkan, secara umum, semua siswa sudah dalam kondisi baik dan mayoritas sudah masuk sekolah. Namun, dari pendataan sementara, satu murid masih menjalani perawatan.

Baca Juga: Balita Cianjur Meninggal Diduga Keracunan MBG, Dikes Telusuri Penyebab

”Hari ini, siswa SMPN 1 Kras sudah masuk semua. Tinggal satu anak yang dirawat di PKU Muhamadiyah, infonya hari ini (29/7) bisa pulang,” ucapnya.

Penataan SPPG

Pada bagian lain, Menko Pangan Zulkifli Hasan bakal mempercepat penataan sekitar 13 ribu unit SPPG. Langkah itu dilakukan agar operasional SPPG yang sudah berjalan dengan baik tidak terganggu.

Menurut dia, SPPG yang ditata paling awal berada di kawasan 3T dan di daerah-daerah dengan angka tengkes tinggi. ”Wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur. Target penyelesaian penataan satu bulan,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan.

Pemerintah juga merancang skenario penataan MBG untuk wilayah  padat penduduk. Ketua Umum PAN itu mengatakan, evaluasi terhadap sebagian besar satuan SPPG di Pulau Jawa dan Sumatera diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Zulhas menambahkan, evaluasi itu dilakukan untuk memastikan seluruh titik layanan siap beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. (sad/ut/wan/aph/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
SPPG Mbg Sekolah Kawasan 3T siswa