LombokPost – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut salah satunya
diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasar Murah dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jayapura yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pengembangan industri kreatif, memperluas lapangan kerja yang berkualitas, serta memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah timur Indonesia.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa Papua memiliki potensi besar untuk berkembang melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Berbagai produk unggulan seperti kopi, madu, sagu beserta produk turunannya, hingga minyak kelapa murni merupakan bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi apabila didukung dengan akses pasar, pendampingan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
"Dari Tanah Papua, kita tunjukkan bahwa membangun dari pinggiran dan dari bawah mampu menggerakkan Indonesia. Inilah makna kehadiran negara yang adil dan merata," tegas Ribka, Jumat (31/8)
Selain memperkuat kapasitas UMKM, penyelenggaraan pasar murah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta mempertahankan daya belimasyarakat.
Baca Juga: Michael Olise Tertarik ke Real Madrid, Pintu Bayern Munchen Masih Tertutup Rapat
Pemerintah juga mendorong agar produk-produk UMKM Papua terhubung dengan berbagai program strategis nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemanfaatan Dana Desa, serta penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Papua.
Langkah Kemendagri tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo), Yohanes Oci, yang menilai penguatan ekonomi kreatif merupakan arah baru pembangunan Papua yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menggeser paradigma pembangunan dari ketergantungan pada eksploitasi sumber daya alam menuju pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk lokal yang bernilai tambah.
"Langkah Wakil Menteri Dalam Negeri tentu sangat baik untuk mendorong produk ekonomi kreatif Papua. Saya menilai ini langkah yang tepat, sebab pembangunan Papua tidak cukup jika hanya mengandalkan investasi berskala besar atau eksploitasi sumber daya alam. Masa depan Papua harus dibangun dari kekuatan masyarakatnya sendiri melalui pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi, " ujar Yohanes Oci.
Ia menambahkan, strategi tersebut perlu dijalankan secara berkelanjutan agar memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
"Strategi diversifikasi ekonomi seperti ini sangat efektif apabila tidak berhenti pada kegiatan festival atau promosi saja. Yang lebih penting adalah pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, kemudahan akses permodalan, penguatan pemasaran, hingga terbukanya akses pasar bagi masyarakat Papua ke depan,” katanya.
Baca Juga: Polsek Lingsar Berbagi Bantuan ke Tempat Ibadah
Lebih lanjut, Yohanes menilai kebijakan afirmatif di sektor ekonomi kreatif memiliki efek berganda terhadap pembangunan daerah.
"Kebijakan seperti ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.”
Sejalan dengan hal tersebut, Kemendagri melalui Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Penguatan ekonomi masyarakat diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, memperkuat ketahanan sosial, serta memastikan bahwa seluruh daerah, termasuk Papua, memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
Melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, Kemendagri optimistis Papua tidak hanya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan pembangunan yang bertumpu pada potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan kesejahteraan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : kemendagri.go.id