LombokPost--Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengganggu penerbangan di Jawa dan Sumatera. Hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB, tujuh bandara masih ditutup sementara karena abu vulkanik berada di jalur penerbangan.
Berdasarkan catatan BMKG, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebar pada ketinggian 15.000–50.000 kaki atau 4,6–15,2 kilometer. Arah sebarannya berubah mengikuti kondisi angin. Karena itu, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penutupan bandara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, penutupan bandara diperpanjang sambil menunggu perkembangan terbaru dari BMKG. Berdasarkan NOTAM (notice to airmen), tujuh bandara yang ditutup adalah Soekarno-Hatta di Banten, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Jawa Barat, Pondok Cabe dan Budiarto di Banten, serta Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung. Sementara itu, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam telah kembali beroperasi normal sejak pukul 09.00 WIB.
Dampak erupsi terhadap penerbangan telah dirasakan sejak 5 September. Sebanyak 2.319 penerbangan dengan 270.337 penumpang terdampak. Rinciannya, 1.397 penerbangan dari bandara yang ditutup terdampak dengan jumlah penumpang 177.579 orang. Sebanyak 922 penerbangan lainnya mengalami pengalihan rute dengan total 92.758 penumpang.
Untuk menjaga konektivitas, Kementerian Perhubungan menyiapkan enam bandara alternatif, yakni Kertajati, Juanda, Yogyakarta International Airport (YIA), Adisutjipto, Ahmad Yani, dan Adi Soemarmo.
Baca Juga: Tokoh Muda Sumbawa Alimuddin Kirim Pesan ke Gubernur, Dorong Konektivitas dan Hilirisasi Pembangunan
Empat penerbangan Garuda Indonesia telah mendarat di Kertajati sejak Ahad (6/9). Pada Senin (7/9), penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam juga dijadwalkan dialihkan ke bandara tersebut.
Maskapai Singapore Airlines juga akan menggunakan pesawat Airbus A350 berkapasitas lebih besar. Sejumlah penerbangan dialihkan dengan transit di Surabaya dan Jogjakarta. Dudy mendorong maskapai memanfaatkan bandara alternatif dan pesawat berkapasitas besar. Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulangan penumpang yang masih tertahan di luar negeri.
”Di semua bandara tersebut kita siapkan juga transportasi lanjutannya. Supaya penumpang tidak terlalu berlama-lama di negara asal,” kata Dudy. Penumpang penerbangan internasional yang semula menuju Soekarno-Hatta, tetapi dialihkan ke bandara alternatif, mendapat fasilitas transportasi darat gratis.
Dudy memastikan Angkasa Pura menanggung penuh biaya transportasi lanjutan bagi penumpang yang mendarat di bandara alternatif. Transportasi tersebut berupa bus dan kereta api.
”Kita siapkan bus dan kereta untuk transportasi lanjutannya. Dan itu ditanggung sepenuhnya oleh Angkasa Pura,” ujarnya.
Setelah bandara kembali dibuka, Kemenhub akan melakukan pembersihan runway, taxiway, dan apron sebelum operasional penerbangan dimulai. Maskapai juga diminta mengecek status penerbangan sebelum penumpang berangkat ke bandara.
”Status bisa berubah sewaktu-waktu tergantung sebaran abu. Keselamatan tetap prioritas,” tegas Dudy.
Potensi Letusan Masih Tinggi
Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam. Namun, aktivitas vulkaniknya masih tinggi. Badan Geologi mencatat pola letusan kembali berupa erupsi Strombolian, yakni letusan yang berlangsung secara berkala dan diselingi jeda.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, episode erupsi menerus berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Setelah episode tersebut berakhir, tercatat tiga kali erupsi Strombolian.
”Teramati tiga kali erupsi Strombolian dengan warna kolom erupsi hitam,” ujar Lana dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).
Baca Juga: Jelang MotoGP 2026, Sirkuit Mandalika Bersolek
Badan Geologi untuk sementara menginterpretasikan kembalinya pola Strombolian sebagai tanda berakhirnya episode erupsi menerus yang berlangsung cukup panjang. Meski demikian, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi.
Pemantauan periode 6–7 September masih menunjukkan aktivitas kegempaan cukup tinggi. Tercatat tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa low frequency, 98 gempa hybrid atau fase banyak, empat tremor menerus, dan satu gempa vulkanik dangkal.
Energi aktivitas vulkanik yang tercermin dari nilai RSAM sempat meningkat pada 5 September sebelum kembali menurun pada 6 September. Kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk menurunkan tingkat aktivitas gunung api.
Badan Geologi masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Potensi letusan dalam beberapa waktu berikutnya masih dinilai tinggi. ”Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi,” kata Lana.
Potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain lontaran batu pijar yang dapat disertai hujan abu lebat. Jika kembali terjadi erupsi menerus, aliran lava juga berpotensi menjadi ancaman. Karena itu, masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Maskapai Fasilitasi Refund hingga Perubahan Rute
Sejumlah maskapai memberikan berbagai pilihan bagi penumpang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Mulai pengembalian dana (refund), perubahan jadwal penerbangan (reschedule), hingga perubahan rute.
Plt Direktur Utama Indonesia AirAsia Achmad Sadikin mengatakan, pihaknya menyediakan sejumlah service recovery options (SRO) bagi penumpang yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Baca Juga: Masyarakat Desak Penerbitan RDTR Sembalun
Pilihan pertama adalah pengembalian dana secara penuh ke metode pembayaran awal. Penumpang juga dapat memilih credit account dengan memasukkan dana ke akun AirAsia Member. Kredit tersebut berlaku selama 730 hari sejak tanggal penerbitan.
AirAsia juga memberikan opsi perubahan jadwal penerbangan satu kali tanpa biaya. Perubahan tanggal penerbangan dapat dilakukan dalam waktu 30 hari sejak jadwal keberangkatan awal, untuk rute yang sama dalam jaringan AirAsia. Ketentuan tersebut berlaku sesuai ketersediaan kursi.
Selain itu, penumpang dapat mengubah rute ke sejumlah destinasi di Indonesia yang dilayani jaringan AirAsia. Perjalanan dengan rute baru harus dilakukan maksimal 30 hari sejak tanggal keberangkatan awal dan tetap bergantung pada ketersediaan kursi.
Achmad mengatakan, sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta (CGK) telah dibatalkan atau dijadwal ulang akibat erupsi tersebut. Penyesuaian operasional juga dilakukan pada penerbangan lain yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
“AirAsia telah menginformasikan kepada seluruh penumpang yang terdampak mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan yang tersedia untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya di Jakarta, Senin (7/9).
Selain AirAsia, Citilink memberikan pilihan serupa kepada penumpang yang terdampak. Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink Tashia Scholz mengatakan, kebijakan tersebut menyusul perpanjangan penutupan sementara sejumlah bandara.
Baca Juga: 51 Desa di Lombok Timur Dapat Lampu Hijau Gunakan Lahan Pemkab Untuk Pembangunan KDKMP
Penumpang dapat mengubah jadwal penerbangan tanpa biaya tambahan atau mengajukan pengembalian dana secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk refund, penumpang dapat mengikuti prosedur melalui situs resmi Citilink. Sementara itu, tiket yang dibeli melalui agen perjalanan atau platform pemesanan daring harus diproses melalui kanal tempat pembelian tiket. (mia/raf/bry/lyn/oni)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos