Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Sri Lanka, Segera Berlayar ke Jakarta

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:01 WIB
Kapal induk Giuseppe Garibaldi Dari Italia. (Wikipedia)
Kapal induk Giuseppe Garibaldi Dari Italia. (Wikipedia)

 

LombokPost-Pelayaran kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia telah mencapai wilayah Sri Lanka. Kapal yang disebut sebagai kapal induk pertama Indonesia itu selanjutnya akan menuju Jakarta untuk menjalani proses serah terima kepada TNI Angkatan Laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan perkembangan itu dalam Seminar Nasional Hiu Kencana Tahun 2026 di Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu (9/9).

Ali mengatakan, Giuseppe Garibaldi akan lebih dahulu bersandar di Kolombo sebelum melanjutkan pelayaran menuju Jakarta. Saat melintasi Laut Merah, kapal tersebut sempat mendapat pengawalan dari fregat Angkatan Laut Italia.

”Garibaldi sekarang akan sandar di Kolombo, dia akan perjalanan ke Jakarta. Kemarin ketika melintas lewat Laut Merah dikawal oleh kapal fregat Italia,” terang dia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Helikopter untuk Penanganan Bencana

Setelah diserahterimakan kepada TNI AL, Giuseppe Garibaldi akan disiapkan untuk menjalankan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Ali menjelaskan, saat menjalankan OMP, kapal induk akan mendapat pengawalan dari kapal-kapal fregat TNI AL. Sementara dalam misi OMSP seperti penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan, pengawalan tersebut tidak diperlukan.

”Kalau untuk OMSP, untuk penanggulangan bencana, operasi kemanusiaan, itu tidak perlu dikawal. Jadi, nanti fungsi dari kapal induk ini mungkin saat ini lebih difokuskan kepada OMSP, namun kita siapkan juga untuk OMP,” terang dia.

Sesuai dengan keterangan Presiden Prabowo Subianto, kapal yang direncanakan diberi nama KRI Gadjah Mada itu akan difungsikan sebagai pangkalan helikopter dan drone. Salah satu penggunaannya untuk membantu operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

”Untuk Karhutla, helikopter yang bisa dibawa lebih dari 10. Itu nanti rencananya tidak hanya helikopter Angkatan Laut saja, jadi helikopter Angkatan Darat, helikopter Angkatan Udara juga bisa menggunakan kapal induk ini sebagai platform pangkalan yang berjalan, yang bergerak di atas laut,” jelasnya.

Menurut Ali, pilot helikopter TNI AU dan TNI AD juga telah menjalani latihan dan simulasi pendaratan di atas dek kapal perang TNI AL.

Latihan dilakukan menggunakan kapal Landing Platform Deck (LPD) yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan kapal induk. Ali meyakini kemampuan mendarat di LPD akan memudahkan para pilot ketika mengoperasikan helikopter dari Giuseppe Garibaldi.

”Latihannya di kapal LPD yang lebih kecil dari kapal induk. Kalau itu sudah bisa, pasti di kapal induk akan lebih mudah,” imbuhnya.

Ali menilai penggunaan kapal induk sebagai pangkalan helikopter akan lebih efektif dalam penanganan karhutla. Helikopter dapat mengambil air untuk water bombing sekaligus kembali ke kapal untuk mengisi bahan bakar.

Kapal tersebut juga dinilai dapat mendukung distribusi logistik ketika terjadi bencana.

”Kemudian pembagian logistik bencana juga akan lebih mudah. Dari satu titik, helikopter bisa kembali lagi ke kapal induk, di situ sudah tersedia bahan bakar avtur yang diperlukan oleh heli,” beber dia.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Giuseppe Garibaldi KRI Gadjah Mada kapal induk Indonesia penanggulangan karhutla TNI AL