LombokPost-Keluarnya putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang mengabulkan permintaan ADOR, agensi NewJeans membuat grup tersebut tidak bisa melakukan aktivitas independen mereka sementara waktu.
Pengadilan menegakkan status ADOR sebagai agensi NewJeans berdasarkan kontrak eksklusif mereka yang ditandatangani pada 21-04-2022.
Putusan ini akan tetap berlaku hingga putusan tingkat pertama disampaikan dalam gugatan ADOR yang sedang berlangsung untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif tersebut.
Dikutip dari Allkpop, putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul ini mendapatkan beragam komentar dukungan dari netizen Korea Selatan atau K-Netz. berikut tanggapan mereka:
“Putusan pengadilan itu benar. Ini jelas merupakan masalah kontraktual, bukan sesuatu yang dapat diselesaikan dengan cara emosional.”
“Keputusan ini sudah diduga sebelumnya. Mengabaikan hukum perdata akan berujung pada hasil seperti ini. Kontrak tidak akan hilang begitu saja karena seseorang tiba-tiba memutuskan tidak ingin menjalankannya lagi. Alasan mereka tidak dapat menemukan agensi baru mungkin karena tidak ada yang mau menanggung kompensasi finansial yang harus dibayar ke HYBE.”
“Seluruh situasi ini berawal dari amukan MHJ. Ugh… penggemar NewJeans yang menyerang BSH harus sadar.”
“Pengadilan telah membuat keputusan yang tepat—itu keputusan yang jelas! Apakah mereka pikir mereka dapat mengabaikan hukum kapan pun mereka mau? Lol.”
“Pendukung MHJ mungkin akan mengklaim bahwa pengadilan dan HYBE menyewa troll untuk memanipulasi opini publik. Terserahlah. Senang melihat hasil ini. Jika semuanya berjalan sesuai keinginan mereka, kontrak tidak akan berarti apa-apa lagi.”
“Di Nate Pann, mereka konon sangat populer... Sementara itu, penggemar mereka hanya berbicara besar di balik keyboard alih-alih benar-benar membeli album. Mereka sebaiknya siap untuk mendanai biaya hukum, menutupi biaya iklan, dan memastikan pendapatan konser sehingga NewJeans tidak perlu khawatir.”
“Mereka juga harus membayar biaya hukum sekarang.”
“Pada saat mereka seharusnya menikmati tahun-tahun terbaik mereka dan menerima cinta, mengapa mereka membuang-buang waktu seperti ini? Sungguh memalukan.” (Geumie)
Editor : Rury Anjas Andita