LombokPost – Film animasi Indonesia, Jumbo terus mencatatkan prestasi gemilang di kancah perfilman nasional.
Setelah 41 hari penayangan sejak 31 Maret 2025, film garapan sutradara Ryan Adriandhy ini berhasil meraih angka fantastis dengan total 9.127.865 penonton data per Minggu, 11 Mei 2025 yang ditulis Visinema dalam akun resminya.
Capaian ini tidak hanya mengukuhkan Jumbo sebagai film animasi Indonesia terlaris kedua sepanjang masa, tetapi juga menempatkannya di jajaran film Indonesia terlaris secara keseluruhan.
Dengan angka ini, Jumbo berhasil melampaui perolehan penonton film box office komedi Agak Laen yang meraih 9.125.188 penonton selama masa tayangnya di tahun 2024.
Kabar gembira ini disambut dengan sukacita oleh tim produksi Visinema Studios.
Melalui akun media sosial resmi film Jumbo, mereka menyampaikan rasa haru, bahagia, dan syukur atas antusiasme luar biasa dari penonton Indonesia.
"9.127.865 penonton udah ikut tertawa sekaligus menangis bareng JUMBO di hari ke-41 penayangan. Siapa yang ngerasain hal yang sama pas nonton JUMBO? Dari ketawa sampai air mata jatuh. Terima kasih buat kalian yang udah jadi bagian dari perjalanan ini," tulis Visinema dalam unggahannya.
Dengan perolehan penonton yang terus meningkat, Jumbo kini hanya terpaut sedikit dari rekor film Indonesia terlaris sepanjang masa yang masih dipegang oleh KKN di Desa Penari dengan lebih dari 10 juta penonton.
Peluang Jumbo untuk mencetak sejarah baru di perfilman Indonesia masih sangat terbuka lebar. Sebab bioskop di Indonesia terus memperpanjang waktu penayangan film animasi ini di layar mereka.
Keberhasilan Jumbo dengan kualitas animasi yang memukau, cerita yang menyentuh, serta promosi yang gencar, membuktikan bahwa film animasi Indonesia mampu bersaing dan menjadi pilihan utama bagi penonton di tanah air.
Film ini juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam industri animasi di kawasan Asia Tenggara.
Jumbo Film Animasi Indonesia 2025 Curi Perhatian dengan Kisah Petualangan dan Persahabatan.
Industri perfilman animasi Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan hadirnya film Jumbo di tahun 2025.
Film petualangan fantasi yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini berhasil mencuri perhatian penonton dari berbagai kalangan, tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja hingga dewasa.
Diproduksi oleh Visinema Studios berkolaborasi dengan Springboard dan Anami Films, Jumbo menghadirkan kisah Don, seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun yang seringkali diremehkan karena postur tubuhnya yang besar.
Don memiliki sebuah buku dongeng warisan orang tuanya yang menjadi sumber inspirasi dan pelipur lara.
Demi membuktikan dirinya, Don bertekad untuk mengikuti pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku tersebut. Ia pun membaca buku tersebut yang baru dimulai.
Namun, petualangan sesungguhnya dimulai ketika buku warisannya dicuri, dan ia bertemu dengan Meri, sesosok arwah peri kecil yang mencari bantuan untuk bersatu kembali dengan keluarganya.
Pertemuan tak terduga ini membawa Don dan Meri, bersama sahabat-sahabat Don yaitu Nurman dan Mae, dalam sebuah perjalanan penuh keajaiban dan tantangan.
Mereka belajar tentang arti persahabatan sejati, keberanian untuk menerima diri sendiri, dan pentingnya keluarga.
Film Jumbo tidak hanya menyajikan petualangan yang seru, tetapi juga mengangkat tema-tema yang relevan seperti perundungan anak dan pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat.
Dengan visualisasi yang memukau dan cerita yang menyentuh hati, film ini berhasil memikat jutaan penonton di Indonesia sejak perilisannya pada 31 Maret 2025.
Bahkan, Jumbo" mencatatkan rekor yang membanggakan sebagai film animasi terlaris di Asia Tenggara dengan meraih lebih dari 9 juta penonton.
Keberhasilan ini tentu menjadi angin segar bagi perkembangan industri animasi di tanah air.
Dengan deretan pengisi suara bertabur bintang seperti Prince Poetiray (Don), Quinn Salman (Meri), Bunga Citra Lestari (Ibu Don), dan Ariel Noah (Ayah Don), Jumbo semakin memantapkan posisinya sebagai tontonan berkualitas untuk seluruh keluarga.
Film ini juga direncanakan untuk tayang di 17 negara, semakin membuktikan potensi animasi Indonesia di kancah internasional. (nur)
Editor : Rury Anjas Andita