LombokPost - Film Superman garapan James Gunn kembali menghadapi kendala serius. Film Superman 2025 yang dibintangi David Corenswet terancam gagal tayang di Inggris, Irlandia, Kanada, dan Australia akibat gugatan baru dari ahli waris Superman.
Gugatan tersebut diajukan oleh kuasa hukum keluarga Joe Shuster, Marc Toberoff, yang mengeklaim hak cipta Superman telah dikembalikan kepada ahli waris sejak 2017 di tiga negara, dan di Kanada pada 2021.
lni membuat film Superman garapan James Gunn dan segala bentuk eksploitasi karakter Superman di wilayah tersebut dianggap melanggar hukum.
Film Superman garapan James Gunn memang sudah dijadwalkan rilis global pada 11 Juli 2025. Namun, gugatan ahli waris Superman bisa memblokir penayangan Superman 2025 di empat negara utama pasar internasional, yang bisa berdampak pada perolehan box office DC Universe.
Dalam laporan Puck Newsletter, Eriq Gardner mengungkap bahwa Warner Bros. Discovery diminta Mahkamah Agung New York untuk menyerahkan dokumen keberatan paling lambat Jumat (23/5).
Warner Bros akan hadir di pengadilan pada 4 Juni mendatang untuk menjelaskan posisi mereka terkait pemblokiran Superman 2025.
Toberoff menegaskan bahwa Warner Bros. terus mengeksploitasi Superman tanpa persetujuan resmi ahli waris Shuster. "Ini termasuk film, serial televisi, dan merchandise yang secara langsung melanggar hukum hak cipta," tegasnya.
Film Superman 2025 bukan kali pertama menghadapi gugatan. Pada 2013, Warner Bros. juga pernah digugat sebelum perilisan Man of Steel karya Zack Snyder.
Namun saat itu, pengadilan memenangkan Warner Bros. dan menyatakan mereka memiliki hak penuh.
Baca Juga: Wayne Rooney Soroti Krisis Manchester United, Usul Pulangkan De Gea dan Rekrut Osimhen-Guehi
Kini, gugatan hak cipta Superman kembali memanas. Jika hakim mengabulkan tuntutan ahli waris, maka film Superman garapan James Gunn tak akan tayang di Inggris, Irlandia, Kanada, dan Australia.
Namun film ini tetap bisa dirilis di AS, Indonesia, dan negara lain yang tak terpengaruh sengketa hak cipta.
Film Superman garapan James Gunn menjadi andalan baru DC Universe. Ancaman pemblokiran ini berpotensi menimbulkan kerugian besar, dan jadi ujian besar bagi Warner Bros. dalam mempertahankan karakter ikonik Superman.
Warner Bros. Discovery belum memberikan komentar resmi hingga saat ini. Namun dipastikan mereka akan melakukan segala upaya hukum demi menyelamatkan penayangan Superman 2025.(***)
Editor : Alfian Yusni