LombokPost – Pencapaian rating menjadi hal penting bagi sebuah karya film layar lebar, karena sering dijadikan tolak ukur kualitas dari film tersebut.
Pemberian rating film ini biasanya dilakukan penonton dan para kritikus film melalui website database perfilman seperti rotten tomatoes, IMDb, dan lainnya.
Pemberian rating juga ikut memberikan pengaruh dan andil dalam menarik minat orang untuk menonton film tersebut.
Semakin tinggi rating film tersebut, akan membuat banyak orang tertarik menonton filmnya.
Begitu juga sebaliknya, semakin rendah rating sebuah film, tentu saja membuat orang enggan menghabiskan waktu menontonnya.
Berikut ini 5 film Indonesia yang memiliki rating terendah di situs IMDb, yang dapat predikat film terburuk dan bikin orang malas menghabiskan waktu nonton.
1. A Business Proposal Remake Indonesia (2025)
Film ini mendapat rating 1.0/10 di IMDb dengan banyak ulasan bintang 1, sekaligus menjadi salah satu film Indonesia dengan rating terendah yang muncul baru-baru ini.
Rendahnya rating film ini lantaran adaptasi yang dinilai buruk dari drama Korea populer, akting yang dianggap kaku, dialog yang tidak natural, dan eksekusi yang sangat mengecewakan penggemar aslinya.
2. Mr Bean Kesurupan Depe (2012)
Film ini secara luas dianggap sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa di Indonesia dengan rating IMDb 1.1/10.
Rendahnya ratin film ini lantaran plot yang tidak masuk akal, kualitas produksi yang sangat rendah, dan kontroversi penggunaan nama "Mr. Bean" yang tidak ada hubungannya dengan Rowan Atkinson atau waralaba Mr. Bean resmi.
Ini dianggap sebagai penipuan publik dan memicu kemarahan besar dari penonton dan penggemar Mr. Bean.
3. Pulung Gantung Pati Ngendat (2025)
Film ini mendapat rating 0.5/10 lantaran banyak penonton dan kritikus merasa film ini tidak efektif dalam membangun ketegangan horor dan cenderung membosankan.
Beberapa ulasan bahkan menyebut film ini lebih terasa seperti komedi yang tidak disengaja karena kualitasnya yang kurang.
Plot twist atau alur cerita seringkali dianggap mudah ditebak atau tidak masuk akal, serta kualitas produksi, akting, dan efek visual/suara disebut kurang memuaskan.
4. Bukan Cinderella (2022)
Film ini memiliki rating IMDb hanya sebesar 1.5/10, yang menempatkannya sebagai salah satu film Indonesia dengan rating terburuk sepanjang masa di platform tersebut.
Rendahnya rating disebabkan akting dari pemeran utama yang dinilai kurang mendalam dan cenderung monoton.
Cerita dianggap terlalu sederhana, mudah ditebak, dan banyak elemen yang terasa dipaksakan atau tidak realistis, serta alurnya seringkali dibandingkan dengan FTV (Film Televisi) namun dengan kualitas yang lebih buruk.
Film ini dituding hanya memanfaatkan popularitas Fuji Utami sebagai influencer pada saat itu, tanpa mempertimbangkan kualitas aktingnya.
5. Roy Kiyoshi The Untold Story (2019)
Film ini memiliki rating IMDb sebesar 2.2/10, yang menempatkannya dalam kategori film dengan rating terburuk di perfilman Indonesia.
Film ini dianggap hanya memanfaatkan popularitas Roy Kiyoshi sebagai paranormal televisi tanpa menyajikan cerita yang substansial atau akting yang meyakinkan.
Alur cerita dinilai tidak tergarap dengan baik, cenderung bertele-tele, dan banyak bagian yang terasa tidak masuk akal atau tidak logis, seperti plot mengenai adik Roy yang diculik hantu selama tiga tahun dianggap sulit dipercaya.
Kritikus dan penonton menilai penggarapan film ini terasa terburu-buru dan kurang profesional, meskipun disutradarai oleh Jose Poernomo yang dikenal di genre horor.
Editor : Rury Anjas Andita