LombokPost - Monita Tahalea kembali masuk dalam jajaran penampil Jazz Gunung 2025.
Musisi berusia 37 tahun ini dijadwalkan tampil di Jazz Gunung Bromo II pada 26 Juli mendatang, bertempat di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Jawa Timur.
Meski bukan kali pertama, Monita Tahalea mengaku tampil di Jazz Gunung selalu menantang.
Bernyanyi di udara dingin dan di ketinggian pegunungan membuatnya harus ekstra dalam mempersiapkan kondisi tubuh.
"Bernyanyi di atas ketinggian dengan tekanan udara dan dinginnya cuaca cukup menantang," ungkap Monita Tahalea saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).
Berdasarkan pengalamannya di Jazz Gunung sebelumnya, Monita menekankan bahwa pernapasan menjadi kunci utama. Ia pernah mengalami kabut tebal yang langsung menusuk tenggorokan dan hidung saat tampil.
"Waktu itu kabutnya turun dan langsung masuk ke saluran pernapasan. Itu cukup berat sih," kenangnya.
Kini, ia sudah punya cara sendiri mengatasi kondisi seperti itu. Sebelum tampil di Jazz Gunung 2025, Monita Tahalea akan melakukan pemanasan cukup lama dan bergerak aktif di belakang panggung agar tubuh tetap hangat dan pernapasan stabil.
"Nggak boleh diem di satu tempat yang penuh kabut. Harus banyak movement," ujarnya.
Meski cuaca jadi tantangan utama, Monita Tahalea justru menganggap suasana pegunungan sebagai pengalaman spiritual dan berkesan.
"Kadang penontonnya nggak kelihatan, tapi justru itu yang bikin suasananya terasa mystical banget," katanya.
Di Jazz Gunung 2025 ini, Monita juga siap memberi kejutan bagi penonton. Ia akan membawakan lagu-lagu dari album terbarunya berjudul Merona yang dirilis 30 Juni lalu.
Album keempat ini berisi sembilan lagu dengan sentuhan musik yang lebih beragam—tidak hanya jazz, tapi juga pop dan elektronik.
"Meskipun nuansanya jazz, tapi lirik-liriknya lebih pop. Aku ingin mengekspresikan lebih banyak sisi lewat musik," jelas Monita Tahalea.
Selain Monita, Jazz Gunung Series 2025 juga akan diramaikan musisi ternama lainnya seperti RAN, Emptyyy, Karimata, Jamie Aditya & The Mezzrollers, hingga Chagall.
Editor : Rury Anjas Andita