Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bunker Rahasia Mark Zuckerberg di Hawaii Ternyata Lebih dari Sekadar Tempat Berlindung

Alfian Yusni • Minggu, 6 Juli 2025 | 11:58 WIB

bunker Mark Zuckerberg di Hawaii bukan sekadar tempat berlindung, melainkan pusat bertahan hidup lengkap yang bisa beroperasi mandiri jika dunia menghadapi krisis besar. (Foto: ilustrasi bunker)
bunker Mark Zuckerberg di Hawaii bukan sekadar tempat berlindung, melainkan pusat bertahan hidup lengkap yang bisa beroperasi mandiri jika dunia menghadapi krisis besar. (Foto: ilustrasi bunker)
 

LombokPost - Mark Zuckerberg dan bunker bawah tanah miliknya di Hawaii kembali jadi sorotan publik.

Terletak di Pulau Kauai, Hawaii, proyek rahasia ini awalnya hanya disebut sebagai “basement” atau tempat perlindungan badai.

Namun data terbaru dan dokumen proyek menunjukkan bahwa bunker Mark Zuckerberg ini jauh lebih kompleks dan mahal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Pada awalnya, publik hanya tahu bahwa Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, membeli lahan bekas perkebunan tebu seluas lebih dari 1.400 hektar di Kauai pada tahun 2021.

Namun kini, terungkap bahwa di balik lanskap alam tropis tersebut, tersembunyi bunker bawah tanah canggih senilai lebih dari $270 juta atau sekitar Rp4,4 triliun.

Miniatur Peradaban Bawah Tanah

Meski Zuckerberg menyebutnya sebagai “semacam basement,” berbagai sumber terpercaya seperti Business Insider, People, hingga Hawaii News Now mengungkapkan bahwa bunker bawah tanah Mark Zuckerberg ini memiliki luas hampir 5.000 kaki persegi, dengan pintu baja besar, hatch darurat, dan jaringan terowongan bawah tanah yang terhubung ke dua mansion utama di atasnya.

Tak hanya itu, proyek bernama Koʻolau Ranch ini juga dilengkapi dengan:

11 rumah pohon berteknologi tinggi, lahan pertanian mandiri untuk suplai makanan, sistem energi terbarukan dari tenaga surya, sistem pengolahan air bersih yang tahan puluhan tahun, fasilitas medis darurat dan laboratorium kecil dan jaringan komunikasi aman.

Semua ini menjadikan bunker Mark Zuckerberg di Hawaii bukan sekadar tempat berlindung, melainkan pusat bertahan hidup lengkap yang bisa beroperasi mandiri jika dunia menghadapi krisis besar seperti pandemi global, perang nuklir, atau serangan siber skala besar.

 

Tren Miliarder Dunia: Siap Hadapi Doomsday

Bunker bawah tanah Mark Zuckerberg bukan fenomena tunggal. Nama-nama besar seperti Elon Musk, Sam Altman, dan Peter Thiel juga dikabarkan memiliki bunker pribadi masing-masing, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti New Zealand, Colorado, dan area pegunungan.

Fenomena ini dikenal sebagai doomsday prepping, yakni langkah persiapan menghadapi kemungkinan terburuk, dari bencana alam, perang, hingga keruntuhan sistem teknologi global.

Bagi para miliarder, ini bukan paranoia, melainkan bentuk asuransi terakhir yang realistis di tengah dunia yang makin tidak menentu.

Kritik Publik: Realita Dua Dunia

Tak sedikit publik yang menyindir keberadaan bunker bawah tanah Mark Zuckerberg ini sebagai simbol ketimpangan sosial.

Di saat banyak orang kesulitan membeli rumah sederhana, miliarder justru membangun “dunia kedua” yang lengkap di bawah tanah.

Namun, pendukungnya berpendapat bahwa jika ada sumber daya untuk membangun sistem bertahan hidup canggih, mengapa tidak?

Apalagi Zuckerberg juga menyisihkan lebih dari 95% lahannya untuk konservasi, peternakan sapi Wagyu, dan pertanian berkelanjutan. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#bunker bawah tanah #hawaii #Mark Zuckerberg