Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tissa Biani Totalitas di Film Panggil Aku Ayah: Belajar Dialek Sunda hingga Naikkan Berat Badan

Rury Anjas Andita • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:09 WIB
TOTALITAS: Tissa Biani tertantang memainkan peran Intan karena dialognya menggunakan bahasa Sunda. Dia berlatih dibantu pemain dan kru lainnya.
TOTALITAS: Tissa Biani tertantang memainkan peran Intan karena dialognya menggunakan bahasa Sunda. Dia berlatih dibantu pemain dan kru lainnya.

LombokPost – Tissa Biani tampil totalitas dalam film Panggil Aku Ayah yang akan tayang 7 Agustus 2025.

Dalam film adaptasi dari Korea Selatan ini, Tissa menghadapi tantangan besar: mulai dari belajar berdialog dalam dialek Sunda, menjaga konsistensi gesture karakter, hingga menaikkan berat badannya demi mendalami peran.

Film Panggil Aku Ayah merupakan remake dari film Korea berjudul Pawn (2020), dan menjadi proyek penting bagi Tissa Biani.

Tissa memerankan tokoh Intan dewasa dan mengaku bahwa belajar dialek Sunda menjadi tantangan tersendiri.

“Totalitas aku di film ini adalah ketika harus berdialek Sunda. Kebetulan juga aku aslinya bukan orang Sunda. Jadi, pastinya ada tantangan tersendiri sih,” ujar Tissa dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta.

Aktris kelahiran 2002 itu menuturkan bahwa ia bukan hanya menghafal dialog, tetapi benar-benar mempelajari struktur bahasa Sunda agar pengucapannya lebih natural dan emosional. “Tingkat ketebalannya harus lebih naik lagi,” tambahnya.

Tissa pun banyak dibantu oleh lawan mainnya yang merupakan penutur asli Sunda, seperti Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir.

“Aku nanya-nanya ini bahasa Sundanya apa, artinya apa, gitu. Karena itu, aku sangat terbantu dengan kehadiran mereka,” katanya.

Menjaga Gestur dan Emosi Tokoh Intan

Tak hanya soal bahasa, tantangan Tissa Biani di film Panggil Aku Ayah juga termasuk menjaga kesinambungan karakter.

Tissa harus melanjutkan peran Intan kecil yang diperankan oleh Myesha Lin.

“Karena aku kan mainnya continuity, melanjutkan perjalanan Intan kecil supaya tetap kayak satu orang yang main. Walaupun aslinya dua orang yang berbeda,” jelas Tissa.

Ini demi memastikan penonton merasa bahwa Intan kecil dan dewasa adalah satu individu yang utuh.

Naikkan Berat Badan Demi Peran

Satu lagi yang membuat peran di Panggil Aku Ayah jadi tantangan bagi Tissa Biani adalah perubahan fisik yang harus ia lakukan.

Karena banyak adegan makan dan peran sebagai gadis yang dirawat oleh dua pria dewasa, Tissa diminta menaikkan berat badannya.

“Karena film ini adegannya makan mulu, diurusin sama dua laki-laki yang memang kebiasaan nggak diet,” candanya.

Alhasil, berat badannya naik 5 kilogram selama syuting – dari 44 menjadi 49 kilogram.

Namun, kini ia telah kembali ke berat awal setelah proses syuting selesai.

“Alhamdulillah sudah turun 5 kilogram lagi, dari 49 kilogram ke 44 kilogram,” imbuh kekasih Dul Jaelani itu.

Produksi Kolaborasi Korea–Indonesia

Film Panggil Aku Ayah digarap oleh kolaborasi dua rumah produksi besar: Visinema Pictures dan CJ Entertainment Korea Selatan.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025.

Dengan akting totalitas dan tantangan bahasa serta fisik yang berhasil dilalui, performa Tissa Biani di film Panggil Aku Ayah diyakini akan menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian tahun ini.

Editor : Rury Anjas Andita
#Film #Panggil Aku Ayah #tissa biani #sunda