Dalam sebuah pesan yang dibagikannya di platform komunikasi daring fromm, idol asal Tiongkok itu menegaskan dukungannya terhadap kebijakan “Satu Tiongkok”.
Tak hanya itu, Xinyu tripleS juga meminta para penggemar yang tidak sependapat untuk berhenti mengikuti dirinya.
Pesan Xinyu tripleS pertama kali mencuat pada Jumat lalu melalui tangkapan layar yang menjadi viral di media sosial.
Dalam percakapan itu, ia menyatakan, “Makau adalah Tiongkok sejak awal,” dan melanjutkan dengan, “Hong Kong dan Taiwan juga”.
Pesan yang ditulis dalam bahasa Mandarin itu diterjemahkan secara otomatis ke dalam bahasa Korea di platform fromm, tempat penggemar dapat berkomunikasi langsung dengan artis.
Saat seorang penggemar mengingatkan bahwa pernyataan tersebut dapat memicu reaksi negatif, namun Xinyu tripleS justru menegaskan sikapnya.
“Orang-orang yang tidak setuju dengan saya sebaiknya tidak [mengikuti] saya di fromm,” tulisnya.
Xinyu tripleS juga menambahkan, “Mengapa saya harus takut dimarahi? Apakah saya mengatakan sesuatu yang salah?”
Baca Juga: Popularitasnya Melejit, KPop Demon Hunters Terus Mendominasi Tangga Lagu AS
Pernyataan Xinyu tersebut secara eksplisit mencerminkan kebijakan resmi pemerintah Tiongkok, yaitu prinsip "Satu Tiongkok", yang menyatakan bahwa Taiwan, Hong Kong, Makau, dan Tiongkok daratan adalah satu kesatuan wilayah di bawah pemerintahan Beijing.
Meski didukung luas oleh warga negara Tiongkok, kebijakan ini tetap menjadi sumber ketegangan di banyak negara dan komunitas internasional.
Reaksi terhadap pernyataan Xinyu tripleS pun beragam.
Beberapa netizen mengecam sikapnya yang dianggap mengabaikan sensitivitas politik di kawasan tersebut dan potensi polarisasi di kalangan penggemar global.
Di sisi lain, ada pula yang memuji kejujuran dan keberaniannya menyuarakan pendapat secara terbuka.
Fenomena idol K-pop asal Tiongkok yang menyuarakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah Tiongkok bukanlah hal baru.
Sebelumnya, Victoria dari f(x), Yuqi dari (G)I-DLE, dan Jackson dari GOT7 juga menuai kontroversi usai mengunggah dukungan terhadap pemerintah Tiongkok selama gelombang protes pro-demokrasi di Hong Kong tahun 2019.
Sebaliknya, Tzuyu dari Twice pernah mengalami reaksi balik keras dari netizen Tiongkok setelah mengibarkan bendera Taiwan, hingga akhirnya ia harus mengunggah video permintaan maaf.
Kasus Xinyu kembali memperlihatkan tantangan yang dihadapi para idol K-pop yang berada di tengah silang geopolitik antara Tiongkok, Taiwan, dan negara-negara lain.
Dunia hiburan K-pop yang mendunia menjadikan setiap ucapan dan tindakan para bintangnya tidak hanya menjadi perhatian penggemar, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika politik dan diplomasi antarnegara.
Hingga kini, agensi yang menaungi tripleS belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut. (Geumie)
Editor : Kimda Farida