LombokPost - Film Superman 2025 resmi jadi pembuka semesta baru DC Universe (DCU).
Dibintangi David Corenswet sebagai Clark Kent, film ini menampilkan sisi lain Superman yang tak hanya bertarung demi kebenaran, tapi juga harus membuktikan diri di tengah konflik geopolitik internasional.
Superman 2025 mengisahkan bagaimana Superman dituduh berpihak pada satu negara saat menghentikan agresi militer Boravia terhadap Jarhanpur, dua negara fiktif yang digambarkan berada di kawasan Eropa Timur.
Tuduhan itu muncul setelah Superman membantu Jarhanpur, negara kecil yang dijajah oleh Boravia.
Aksi ini membuatnya terseret dalam pusaran isu global dan disebut sebagai ancaman oleh pemerintah Amerika Serikat sendiri.
Boravia vs Jarhanpur: Konflik Geopolitik Picu Perang dan Perangkap untuk Superman
Boravia, negara yang dipimpin Presiden Vasil Ghurkos (Zlatko Buric), melakukan invasi besar-besaran ke Jarhanpur dengan bantuan senjata dari miliarder Lex Luthor (Nicholas Hoult).
Sayangnya, bantuan itu bukan murni dukungan militer biasa. Ada skenario licik di baliknya.
Penelusuran Lois Lane (Rachel Brosnahan) dan Jimmy Olsen (Skyler Gisondo) mengungkapkan bahwa Lex Luthor menjual senjata ke Boravia dengan harga miring.
Tujuannya? Memancing Superman agar ikut campur dalam konflik luar negeri.
Setelah Superman masuk ke medan perang dan menghentikan agresi Boravia, Luthor langsung menggiring opini publik bahwa Superman adalah ancaman global.
Lex Luthor Jebak Superman, Media Sosial Meledak!
Lex Luthor menjalankan kampanye pembunuhan karakter Superman lewat media sosial. Dari pahlawan, Superman 2025 berubah jadi figur penuh kontroversi.
Pemerintah mulai mempertanyakan netralitasnya. Narasi berubah: Superman tak lagi dianggap pahlawan, tapi dianggap melanggar batas negara.
Sementara itu, Jarhanpur, negara yang dijajah Boravia, menggambarkan perlawanan penuh heroisme.
Mereka berjuang dengan sumber daya terbatas sebelum dibantu Superman. Meski akhirnya mendapat bantuan dari kelompok Justice Gang, trauma geopolitik masih membekas.
Fakta Komik: Boravia dan Jarhanpur Bukan Negara Asing di Dunia DC
Kedua negara ini punya sejarah panjang di dunia DC Comics. Boravia muncul pertama kali di Superman #2 (1939) sebagai kerajaan yang dilanda perang saudara.
Jarhanpur dikenalkan lewat JLA #62 (2002), sebagai monarki absolut berumur 3.000 tahun yang dipimpin oleh Rama Khan, tokoh kuat dalam kelompok League of Ancients.
James Gunn dan Reboot DCU: Babak Baru Superman Dimulai
Superman 2025 menjadi debut besar James Gunn sebagai penulis dan sutradara di semesta DC Universe.
Film ini juga menandai babak pertama dari waralaba baru bertajuk Chapter One: Gods and Monsters.
Selain Corenswet dan Brosnahan, film ini dibintangi juga oleh Edi Gathegi, Anthony Carrigan, Nathan Fillion, dan Isabela Merced.
Superman 2025 bukan sekadar film superhero. Ini adalah cerita tentang politik global, citra publik, dan perjuangan moral.
Di tengah kekacauan dunia, Superman harus membuktikan satu hal: bahwa ia tetap berdiri di sisi kemanusiaan. (***)
Editor : Alfian Yusni