Dalam film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle terdapat tiga pertarungan besar yang menjadi sorotan utama.
Ketiga pertarungan ini merupakan puncak dari pertempuran antara Korps Pembasmi Iblis dan para Iblis Tingkat Atas (Upper Moons) serta Muzan Kibutsuji, sang raja iblis.
1. Pertarungan Akaza vs Giyu Tomioka & Tanjiro Kamado
Pertarungan ini menjadi momen penting karena Tanjiro kembali menghadapi iblis yang membunuh Kyojuro Rengoku (Pilar Api) di film Mugen Train.
Akaza dikenal sangat kuat dengan kemampuan bertarung tangan kosong dan teknik seni darah iblis yang bisa menebas lawan hanya dengan gelombang pukulan.
Tanjiro dan Giyu bekerja sama dalam pertarungan yang brutal dan emosional ini.
Akaza mengalami kilas balik masa lalunya sebagai manusia bernama Hakuji, yang kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Konflik batin antara sisi manusia dan iblisnya memuncak hingga akhirnya Akaza memilih untuk menghancurkan intinya sendiri, sebuah momen dramatis yang menggambarkan penyesalan dan sisa-sisa kemanusiaan dalam dirinya.
2. Pertarungan Doma vs Shinobu Kocho, Kanao Tsuyuri & Inosuke Hashibira
Shinobu menghadapi Doma, iblis yang telah membunuh kakaknya, Kanae Kocho.
Karena tidak memiliki kekuatan fisik sebesar Pilar lain, Shinobu menyusun strategi dengan mengisi tubuhnya dengan racun wisteria.
Ia dengan sengaja membiarkan dirinya tertelan oleh Doma, sehingga racun dalam tubuhnya menginfeksi dan melemahkan sang iblis dari dalam.
Setelah kematian tragis Shinobu, Kanao dan Inosuke datang sebagai bala bantuan.
Dalam pertarungan yang sengit, mereka akhirnya berhasil mengalahkan Doma, yang perlahan-lahan hancur oleh racun dan luka yang dideritanya.
Kemenangan ini merupakan balas dendam penuh air mata bagi keluarga Kocho
3. Pertarungan Muzan Kibutsuji vs Semua Pembasmi Iblis
Inilah pertarungan terakhir dan paling epik dalam seluruh kisah Demon Slayer.
Muzan menunjukkan kekuatan penuhnya: kecepatan regenerasi ekstrem, tubuh yang sulit dihancurkan, dan seni darah iblis yang mematikan.
Seluruh Pilar dan pembasmi iblis berusaha menahan Muzan hingga matahari terbit, satu-satunya kelemahannya.
Pertarungan ini berlangsung sangat lama dan memakan banyak korban jiwa.
Pilar seperti Mitsuri dan Obanai memberikan segalanya dalam pertempuran. Gyomei dan Sanemi juga berperan penting dalam memberikan tekanan pada Muzan.
Pada akhirnya, Tanjiro berhasil menyerang titik lemah Muzan, dan dengan bantuan seluruh rekan-rekannya, mereka berhasil menahan Muzan sampai matahari membakar tubuhnya hingga habis.
Namun, Muzan sempat mentransfer darah dan selnya ke Tanjiro, menjadikannya iblis.
Tapi, berkat kekuatan kehendak dan kenangan dari teman-temannya, Tanjiro berhasil kembali menjadi manusia dan tidak menjadi penerus Muzan.
Ketiga pertarungan besar dalam Infinity Castle adalah momen penuh aksi, emosi, dan klimaks dari konflik antara manusia dan iblis.
Setiap pertarungan menunjukkan perkembangan karakter, strategi cerdas, dan pengorbanan luar biasa, menjadikannya salah satu arc paling epik dalam sejarah anime. (Geumie)
Editor : Redaksi Lombok Post