Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, ia sempat menjalani perawatan intensif selama dua minggu di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, dan secara berkala menempuh pengobatan di Malaysia.
Jenazah Mpok Alpa kemudian dimakamkan di TPU Kujaran, Jakarta.
Sampai kini kepergian Mpok Alpa masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan sahabatnya.
Hal ini wajar saja, mengingat Mpok Alpa sebagai pribadi yang selalu menghadirkan tawa serta tulus dalam menjalin persahabatan.
Tika, Asisten Mpok Alpa mengungkapkan satu keinginan Mpok Alpa saat dia di vonis menderita kanker payudara.
“Memang, dia tuh selalu bilang pengin meninggal di hari Jumat. Dia selalu bilang begitu. ‘Tika, kalau memang Allah sayang sama gue dan umur gue enggak panjang, gue pengin Allah ambil gue, bawa gue pulang itu di hari Jumat’,” jelas Tika.
Dan Yang Maha Kuasa pun mengabulkan permohonan ini, Mpok Alpa meninggal pada hari Jumat (15/8) kemarin.
Lantas apa saja amalan Mpok Alpa sehingga mendapat kemuliaan meninggal di hari terbaik menurut keyakinan Umat Muslim ini?
Aji Darmaji, suami Mpok Alpa, mengungkap bahwa sang istri pernah bertekad ingin mewakafkan ambulans bagi masjid yang belum memilikinya. Dan niat mulia itu terwujud setelah doa dan ikhtiar keras Mpok Alpa.
"Iya wakaf dari almarhumah gitu kata dia, ini kan di masjid kita belum ada ambulans nih. Doain apa gitu, kalau dapat rezeki kita beliin," cerita Aji soal dialognya dengan Mpok Alpa seperti dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Senin (18/8/2025).
Dan akhirnya doa tersebut diijabah Allah, Mpok Alpa mendapat rezeki hingga bisa membeli sebuah mobil ambulans.
"Dapat iklan gitu. Niatnya tanggal 1, tapi dapat rezekinya tanggal 25. Kurang lebih jarak sebulan lah baru dapat rezeki. Akhirnya diwujudin sama Allah," ungkap Aji.
Aji juga mengungkapkan, dari setiap rezeki yang diperoleh dari pekerjaannya di dunia hiburan, Mpok Alpa selalu menyisihkan sebagian untuk kebaikan. Termasuk saat membeli sebuah ambulans dan juga karpet untuk masjid di lingkungan tempat tinggalnya.
Ironisnya, enam bulan kemudian, ambulans wakaf tersebut justru menjadi kendaraan terakhir yang mengantarkan jenazah komedian sekaligus penyanyi itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hal ini membuat wakafnya menjadi amal jariyah yang penuh makna.
"Alhamdulillah ambulans itu yang mengantarkannya menuju rumah terakhirnya," ucap Aji sedih.
Bantuan ini bukan hanya sekadar sumbangan materi, melainkan juga bentuk nyata dari kepedulian dan cinta Mpok Alpa kepada masyarakat.
Terutama agar fasilitas ibadah dan pelayanan sosial di sekitar masjid semakin lengkap dan bermanfaat bagi banyak orang.
Tak hanya wakaf ambulans untuk Mesjid, Mpok Alpa juga dikenal sering menyumbang untuk musala-musala di sekitar rumahnya. Mulai dari perlengkapan ibadah, peralatan salat, hingga bahan pembangunan untuk membangun Mushola.
Editor : Siti Aeny Maryam