Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Labinak: Mereka Ada di Sini – Horor Kanibalisme Lokal Sarat Kritik Sosial, Tayang 21 Agustus 2025

Alfian Yusni • Selasa, 19 Agustus 2025 | 10:09 WIB
Sejak trailer Labinak: Mereka Ada di Sini dirilis, publik dibuat penasaran dengan atmosfer mencekam yang dipadukan dengan ritual sekte kuno bernama Bhairawa. (istimewa)
Sejak trailer Labinak: Mereka Ada di Sini dirilis, publik dibuat penasaran dengan atmosfer mencekam yang dipadukan dengan ritual sekte kuno bernama Bhairawa. (istimewa)

LombokPost - Film horor terbaru Labinak: Mereka Ada di Sini siap mengguncang layar lebar pada 21 Agustus 2025.

Film produksi Anami Films dan Paragon Pictures ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, mengangkat tema kanibalisme yang dibalut budaya lokal Indonesia.

Tak hanya menghadirkan kengerian, film ini juga menyoroti kritik sosial yang relevan dengan kehidupan nyata.

Sejak trailer Labinak: Mereka Ada di Sini dirilis, publik dibuat penasaran dengan atmosfer mencekam yang dipadukan dengan ritual sekte kuno bernama Bhairawa.

Dalam sekte itu, kanibalisme dipercaya sebagai jalan menuju keabadian.

Kisah Najwa dan Yanti yang Jadi Tumbal

Cerita Labinak: Mereka Ada di Sini berpusat pada Najwa (Raihaanun), seorang guru honorer yang berjuang hidup bersama putrinya, Yanti (Nayla Purnama).

Kehidupan mereka berubah saat Najwa menerima tawaran pekerjaan dari Yayasan Payung Emas.

Namun, di balik tawaran manis itu, tersimpan teror gelap. Yayasan tersebut dikuasai keluarga Lucius (Arifin Putra), pemimpin sekte Bhairawa yang menjadikan Najwa dan Yanti target tumbal dalam ritual kanibalisme.

Hantu Pocong ‘Malu’ dan Koreografi Ritual

Sutradara Azhar Kinoi Lubis mencoba menghadirkan pengalaman horor berbeda dalam Labinak: Mereka Ada di Sini.

Baca Juga: KPK Kejar TPPU Setya Novanto, Kasus Mangkrak di Bareskrim saat Eks Ketua DPR Bebas Bersyarat

“Di film ini, kami menciptakan tampilan hantu baru. Hantu pocong ‘malu’,” ungkap Kinoi.

Ia juga memadukan koreografi tubuh dengan lantunan suara mantra, menciptakan adegan ritual yang sakral sekaligus menyeramkan.

Pesan Sosial di Balik Horor

Produser Dilip Chugani menegaskan bahwa Labinak: Mereka Ada di Sini bukan sekadar film horor kanibalisme.

“Kami ingin menjadikan cerita ini pengalaman sinematik mendalam, menyoroti isu-isu sosial seperti keserakahan dan eksploitasi,” jelasnya.

Senada, Raihaanun mengaku karakternya beresonansi dengan banyak perempuan.

“Najwa mewakili banyak perempuan yang berkorban demi anaknya. Film ini bukan hanya horor, tetapi juga kritik sosial tentang ketimpangan antara kelompok kaya dan yang miskin,” ujarnya.

Selain Raihaanun dan Arifin Putra, film Labinak: Mereka Ada di Sini juga dibintangi Giulio Parengkuan, Chantiq Schagerl, Jenny Zhang, Aimee Saras, dan Ivanka Suwandi.

Skenario ditulis oleh Pratiwi Juliani dengan sinematografi oleh Muhammad Firdaus.

Film horor Labinak: Mereka Ada di Sini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 Agustus 2025.

Dengan nuansa horor lokal, tema kanibalisme, kritik sosial, serta jajaran aktor papan atas, film ini diprediksi bakal menjadi salah satu film horor Indonesia paling diperbincangkan tahun ini.

Bagi pencinta horor, Labinak: Mereka Ada di Sini bukan sekadar tontonan menyeramkan, melainkan pengalaman sinematik yang menggugah pikiran. (***)

Editor : Alfian Yusni
#film horor #Labinak #kanibalisme