LombokPost – Perkembangan film Indonesia semakin bagus dengan karya-karya yang tak hanya menghibur, tapi juga berkualitas produksi setara film internasional.
Dari banyaknya film Indonesia yang telah tayang, ternyata ada karya yang dibuat dengan biaya produksi selangit.
Dari film Indonesia yang penuh CGI hingga biografi ulama besar, angkanya bisa bikin tercengang.
Berikut ini deretan film Indonesia dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.
1. Foxtrot Six
Film aksi fiksi ilmiah ini menjadi salah satu produksi lokal dengan biaya paling mahal mencapai Rp 70 miliar.
Baca Juga: Pengusaha Kosmetik Diingatkan Tidak Salah Gunakan Izin Edar
Dana besar dialokasikan untuk penggunaan teknologi CGI (Computer-Generated Imagery) mutakhir, demi menciptakan efek visual futuristik yang memukau, sehingga tak heran jika Foxtrot Six tampil dengan standar internasional.
2. Buya Hamka
Mengangkat kisah hidup ulama besar Buya Hamka, film biografi ini diproduksi dengan totalitas luar biasa.
Baca Juga: Film My Daughter is a Zombie Cetak Rekor, 11 Hari Tembus 3 Juta Penonton, Tercepat di Tahun 2025
Biaya produksi mencapai hampir Rp 70 miliar, terbagi dalam tiga bagian film dengan durasi panjang.
Set, tata rias, hingga detail kostum digarap sedetail mungkin agar sesuai dengan zamannya.
3. Trilogi Merdeka
Terdiri dari Merah Putih, Darah Garuda, dan Hati Merdeka, trilogi ini diproduksi secara bersamaan dengan total biaya Rp 64 miliar.
Skala produksinya memang masif, melibatkan banyak kru, aktor, hingga penggunaan peralatan perang asli demi menghadirkan suasana perjuangan yang autentik.
4. Gunung Emas Almayer
Film hasil kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Australia ini menelan biaya Rp 60 miliar.
Selain untuk proses produksi, dana besar juga digelontorkan untuk promosi di pasar internasional.
5. The Raid 2: Berandal
Film aksi bela diri fenomenal ini sukses menembus pasar global.
Dengan biaya produksi sekitar Rp 54 miliar, The Raid 2 menghadirkan koreografi pertarungan kelas dunia yang sebanding dengan pengeluaran besarnya.
6. Bumi Manusia
Diadaptasi dari novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, film ini menelan biaya Rp 50 miliar.
Syuting panjang serta pembangunan set megah demi menggambarkan suasana era kolonial menjadi faktor utamanya.
7. Ketika Cinta Bertasbih 2
Sekuel film religi populer ini juga termasuk dalam daftar film Indonesia termahal.
Biaya Rp 40 miliar dikeluarkan untuk syuting di Kairo, Mesir, sekaligus promosi besar-besaran yang mengiringinya.
Editor : Jelo Sangaji