Hal ini disebabkan, sebuah ia tak sanggup menghadapi kesedihan mendalam saat memandang seluruh ruang kamar yang keram mereka habiskan berdua bersama Mpok Alpa.
Setiap sudut kamar, setiap benda yang ada di dalamnya, mengingatkan Ajie pada sosok Mpok Alpa. Bahkan untuk sekadar mengambil pakaian pun, ia harus meminta bantuan asisten rumah tangga.
"Jadi sampai saat ini saya di rumah ini juga belum naik ke kamar saya. Saya masih tidur di ruang tamu. Saya minta baju, minta sarung, minta peci, itu diambilin sama si mbak," aku Ajie Darmaji kepada wartawan.
Tak hanya Ajie, anak-anak Mpok Alpa juga merasakan kesedihan yang sama saat masuk ke kamar tersebut.
"saya belum kuat, saya pribadi aja yang bapaknya belum kuat gitu, yang suaminya, gimana anak-anak," tambahnya.
Rasa kehilangan itu menekan sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan bagaimana anak-anak menghadapi duka yang sama.
Tak hanya kamar tidur, Ajie juga belum berani menempati rumah baru yang sebenarnya menjadi impian Mpok Alpa semasa hidup. Baginya, melihat rumah tersebut seolah menghadirkan kembali sosok istrinya, seakan-akan Mpok Alpa masih ada dan menyambutnya di sana di rumah baru tersebut.
Editor : Siti Aeny Maryam