LombokPost - Elon Musk kembali bikin geger. Kali ini bukan soal mobil listrik atau roket ke Mars, melainkan soal seruannya untuk boikot Netflix.
Lewat akun X (dulu Twitter), bos Tesla dan SpaceX itu mendesak jutaan pengikutnya untuk “cancel Netflix demi kesehatan anakmu”.
Pemicu ledakan amarah Musk adalah cuplikan serial animasi berjudul Dead End: Paranormal Park yang menampilkan karakter Barney Guttman, seorang remaja transgender.
Kontroversi ini meletup setelah potongan video dari serial yang tayang di Netflix pada 2022 itu viral di media sosial. Dalam salah satu adegan, Barney dengan santai menyebut dirinya transgender. Cuplikan inilah yang memicu Musk meradang dan menyerukan tagar #CancelNetflix.
“Ini tidak bagus. Cancel Netflix demi kesehatan anakmu,” tulis Musk di X, menyertakan meme yang menyindir Netflix sebagai Trojan Horse yang menyusupkan agenda gender ke tontonan keluarga.
Serial Lama, Kontroversi Baru
Yang membuat polemik ini terasa janggal, Dead End: Paranormal Park sejatinya sudah berhenti diproduksi.
Serial besutan kreator Inggris Hamish Steele itu hanya bertahan dua musim dengan total 20 episode dan resmi dihentikan pada Januari 2023.
Namun, cuplikan lama yang viral kembali membuka perdebatan tentang representasi gender di layar kaca.
Di situs Netflix Indonesia, serial ini memiliki rating 18+, bukan untuk anak-anak, dan tak muncul di Netflix Kids.
Tetapi beberapa aktivis konservatif menuding serial tersebut sengaja dipromosikan untuk penonton muda.
Akun sayap kanan Libs of TikTok, misalnya, menulis di X, “OMG. Dead End Paranormal Park mendorong pro-transgender pada ANAK-ANAK. Acara ini diiklankan untuk ANAK USIA 7 TAHUN.”
Klaim itu dibantah banyak pihak. “Itu semua bohong dan fitnah! Netflix gak pernah mempromosikannya!” tulis seorang warganet yang membela serial itu.
Musk Serukan Boikot Berulang Kali
Menurut laporan Omni Sweden, Elon Musk tak hanya menulis sekali. Ia mengulang seruan untuk cancel Netflix lebih dari 20 kali dalam beberapa hari.
Ia juga menuding serial lain seperti Strawberry Shortcake: Berry in the Big City dan The Baby-Sitters Club sebagai bagian dari “agenda woke” yang menampilkan isu identitas gender dalam konten anak-anak.
Musk bahkan mengaku sudah memutus langganannya sendiri. “Saya sudah cancel Netflix. Semua orang harus mempertimbangkannya,” tulisnya dalam cuitan lain.
Kreator dan Pengisi Suara Diserang
Kontroversi ini membuat Hamish Steele banjir pesan kebencian. Dalam sebuah unggahan di X, ia menulis, “Email-email homofobik dan antisemit yang jahat dan aneh mulai berdatangan, ini sedikit menakutkan. Saya minta maaf jika saya butuh waktu lebih lama merespons.”
Sementara Zach Barack, pengisi suara Barney, balik membela serial itu. Ia menyebut Dead End: Paranormal Park telah membantu banyak anak dan orang tua memahami identitas gender dan bahkan “menyelamatkan nyawa.”
Netflix Bungkam
Hingga kini, Netflix belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait seruan boikot Netflix yang digelorakan Elon Musk.
Di masa lalu, perusahaan ini pernah menegaskan komitmennya terhadap keberagaman dan kebebasan berekspresi kreatif, tetapi belum ada tanggapan khusus mengenai Musk maupun serial Dead End: Paranormal Park.
Para analis menilai insiden ini bagian dari “culture war” atau perang budaya di AS dan Barat, di mana isu transgender di media dan hiburan anak menjadi senjata politik.
Banyak warganet menilai Musk mencoba mempengaruhi opini publik lewat isu sensitif ini, sementara kelompok pendukung LGBTQ+ menilai langkah Musk sebagai serangan terhadap representasi kelompok minoritas di media.
Kontroversi Elon Musk cancel Netflix ini pun merambah ke berbagai lini media sosial, menjadi trending di X, TikTok, hingga forum-forum konservatif di AS.
Belum ada data resmi mengenai apakah seruan ini memengaruhi jumlah langganan Netflix, tetapi tagar #CancelNetflix sempat masuk trending global. (***)
Editor : Alfian Yusni