Bukan karena iramanya, melainkan karena lirik SPAGHETTI yang dianggap sengaja menargetkan para hatters atau pembenci grup tersebut.
Lirik seperti "SPAGHETTI yang tersangkut di gigimu, maukah kau mencabutnya? Selamat makan, menyerah saja, makanlah!" dan "LE SSERAFIM tersangkut di kepalamu, wanita jalang di sela-sela gigimu, menyerah saja, makanlah" langsung diinterpretasikan oleh fans sebagai "diss track" cerdas.
Mereka berpendapat, lirik SPAGHETTI ini secara jenaka mengejek hatters yang saking obsesifnya mengkritik, malah seperti "jatuh cinta" dan terus-menerus mengonsumsi konten LE SSERAFIM.
Namun, tidak semua netizen setuju dengan interpretasi tersebut.
"Pendekatan ini mungkin bukan konsep yang paling cerdas," kritik seorang netizen, merujuk pada lirik yang seolah memaksakan citra 'melawan kesulitan'.
Kritik ini semakin tajam karena lagu ini diketahui disusun, ditulis, dan diproduksi oleh Bang Si Hyuk.
"Hanya dengan melihatnya, kalian bisa tahu liriknya murni gaya Bang Si Hyuk, memarahi para pembenci imajiner sambil memperkuat persatuan penggemar, pendekatan manipulatif itu," tulis seorang netizen lainnya.
Namun sebuah plot twist muncul dari anggota grup sendiri ketika Huh Yunjin sempat menjelaskan bahwa lagu ini tentang bagaimana seseorang bisa menyukai sesuatu jika terus mencobanya, seperti brokoli yang baru enak setelah dikunyah 16 kali.
Apakah ini upaya untuk meredam interpretasi "diss track" atau justru metafora yang lebih mendalam?
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang disepakati, lirik SPAGHETTI telah berhasil memicu reaksi yang tepat seperti yang digambarkannya.
Seperti kata seorang pengguna forum, "Komentar-komentar tersebut justru membuktikan lirik dan melengkapi lagunya."
Para pembenci yang marah dan terus menonton konten LE SSERAFIM, tanpa sadar, menjadi bagian dari karya seni yang mereka kritisi.
Mereka telah memakan spageti itu mentah-mentah.
Editor : Kimda Farida