Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Mencekam Puteri Indonesia Saira Saima Nyaris Jadi Korban Penculikan Driver Taksi Online

Fratama P. • Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:07 WIB
Pengalaman Saira Saima hampir diculik
Pengalaman Saira Saima hampir diculik

LombokPost - Dunia public figure kembali dihebohkan dengan kisah pengalaman buruk saat menggunakan layanan transportasi daring, contohnya Saira Saima.

Saira Saima, perwakilan Puteri Indonesia DKI Jakarta II tahun 2022, baru-baru ini membagikan pengalaman mencekam di media sosial yang hampir merenggut keselamatannya.

Saira Saima mengaku nyaris menjadi korban penculikan oleh oknum pengemudi taksi online, namun berkat kesigapan dan keberaniannya, ia berhasil menyelamatkan diri.

Melalui akun Instagram pribadinya, Saira Saima memperingatkan sesama pengguna layanan daring untuk selalu menjaga keamanan diri secara maksimal.

"Jadi perempuan harus jaga keamanan maksimal, creepy banget. Ketemu taxi online yang kelarin orderan duluan begini. Terakhir gini. Hampir diculik driver difabel dan lompat keluar mobil malem-malem," tulisnya, dikutip pada Rabu (29/10).

Kronologi Kecurigaan Hingga Aksi Nekat Melompat

Insiden mengerikan ini bermula ketika Saira Saima menaiki taksi online dari kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Sejak awal perjalanan, Saira Saima sudah merasakan adanya kecurigaan, terutama saat pengemudi tersebut berani menyentuh tangannya ketika mengembalikan kartu pembayaran parkir.

Kecurigaannya memuncak saat pengemudi tersebut tiba-tiba menyelesaikan perjalanan (orderan) di aplikasi, padahal tujuan Saira Saima, yaitu Tanah Abang, belum tercapai.

“Di sini nggak mau nethink (berpikiran buruk) karena udah agak megang tangan pas kasih dan balikin kartu. Nah, tiba-tiba si driver ini selesaiin perjalanan di area Gambir juga, padahal destinasi masih di Tanah Abang,” jelas Saira Saima.

Ketika Saira Saima menanyakan alasan penghentian rute melalui catatan (notes) di ponsel—karena driver tersebut adalah penyandang disabilitas—pengemudi itu beralasan tahu jalan.

Namun, saat Saira Saima mendesak, pengemudi tersebut malah mengaku berencana mampir ke rumah saudaranya terlebih dahulu.

Respons janggal ini membuat alarm bahaya Saira Saima menyala.

Saira Saima pun segera mengunci dan memegangi pintu mobil, serta mempersiapkan barang bawaannya, terutama setelah rute di peta digital (Gmaps) mulai melenceng jauh.

Ketika pengemudi secara eksplisit menyatakan niatnya untuk singgah ke rumah saudaranya, Saira Saima tanpa pikir panjang melakukan aksi nekat untuk menyelamatkan diri.

“Detik itu, aku sentuh pundaknya agak kenceng pakai barangku biar dia agak pelan, dan aku langsung buka pintu mobil dan lompat ke jalan. Thank God landing dengan baik. Setelah 100 kali mikir dalam waktu singkat bakal kayak apa habis ini,” ungkapnya.

Setelah Saira Saima melompat keluar, mobil sempat berhenti dengan pintu terbuka lebar sebelum pengemudi itu tancap gas dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pengalaman traumatis yang ternyata bukan kali pertama ini mendorong Saira Saima untuk membagikan serangkaian tips penting guna mencegah orang lain, baik perempuan maupun laki-laki, menjadi korban kejahatan serupa:

- Bagikan Jejak Perjalanan (Share Track): Segera bagikan lokasi perjalanan secara real-time jika mulai merasa curiga terhadap pengemudi atau rute yang diambil.

- Komunikasi Aktif: Lakukan panggilan telepon kepada anggota keluarga atau kerabat selama perjalanan.

- Gunakan Audio Palsu: Jika tidak bisa menghubungi siapa pun, pura-pura menelepon menggunakan fake audio untuk memberikan kesan bahwa ada orang lain yang memonitor perjalanan Anda.

- Siapkan Alat Bela Diri: Selalu membawa self defense tools (alat untuk membela diri), dan akan lebih baik jika memiliki alarm pribadi.

- Tinggalkan Jejak Ekstrem: Saira Saima juga berbagi tips yang ekstrem namun bisa menjadi jejak DNA jika situasi sangat mendesak, seperti meninggalkan helai rambut atau menggoreskan kuku di area tertentu di dalam mobil.

Di akhir unggahannya, Saira Saima kembali menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa henti.

"Jangan pernah setengah-setengah untuk jaga diri guys. Aku juga terus belajar dari pengalaman dan cerita siapapun. Mau dari brand apa aja, tetap jangan lengah. Keselamatan kita nomor satu," pungkas Saira Saima, mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.***

Editor : Fratama P.
#Saira Saima