Fenomena ini tidak hanya menegaskan status BTS sebagai ikon global, tetapi juga membuktikan kekuatan ekonomi raksasa di balik industri K-pop.
Dilansir dari situs Allkpop, menurut laporan Ticketmaster, sebanyak 1,1 juta pengguna bergabung dalam ruang tunggu virtual secara bersamaan untuk memperebutkan tiket di Estadio GNP Seguros.
Angka ini mencatat rekor sebagai salah satu penjualan tiket paling intens dalam sejarah industri pertunjukan di Amerika Latin.
Kecepatan penjualan tiket ini sangat mencengangkan. Seluruh persediaan tiket habis terjual hanya dalam waktu 37 menit.
Bahkan, fase pre-sale khusus anggota klub penggemar (ARMY) mencapai kapasitas penuh kurang dari satu jam.
Menariknya, antusiasme ini tidak hanya datang dari warga lokal Meksiko. Ticketmaster mencatat upaya akses pembelian datang dari lebih dari 1.300 kota di seluruh dunia, termasuk Amerika Latin: Lima, Bogota, dan Santiago, serta Amerika Serikat: California dan Texas.
Para ahli industri menilai bahwa terpilihnya Mexico City dalam rangkaian World Tour BTS menandai pergeseran kota tersebut menjadi pusat utama tur musik global, bersanding dengan kota-kota besar di Amerika Utara dan Eropa.
Di balik euforia penggemar, terdapat dampak ekonomi masif yang disebut oleh para ahli sebagai "BTSnomics."
Penelitian dari Hyundai Research Institute menunjukkan korelasi langsung antara popularitas BTS dengan lonjakan ekspor barang konsumsi Korea Selatan, seperti kosmetik dan produk makanan.
Dampak ekonomi dari konser ini diprediksi akan sangat luar biasa. Para ahli memperkirakan satu konser BTS dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga 1 triliun KRW (sekitar Rp11,7 triliun).
Lonjakan pendapatan besar diprediksi terjadi pada sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga konsumsi ritel di Mexico City.
Pihak Ticketmaster mencatat bahwa keberhasilan BTS bukan sekadar soal popularitas musik, melainkan kemampuan mereka dalam membina ikatan emosional melalui pesan inklusif.
Meksiko kini resmi menjadi pasar pertunjukan paling vital di Amerika Latin untuk K-pop.
Keberhasilan di Mexico City ini diprediksi akan memberikan efek domino pada kota-kota besar lainnya yang menjadi destinasi tur dunia mereka.
Dengan status Meksiko sebagai "pintu gerbang" pasar Amerika Latin, pengamat industri memprediksi dampak budaya dan ekonomi ini akan terus tumbuh secara berkelanjutan.
Editor : Redaksi Lombok Post