Kemenangan bersejarah itu diraih lewat album keenamnya, Debí Tirar Más Fotos, karya personal yang menelusuri akar dan sejarah musik Latin. Album tersebut mengalahkan nomine kuat seperti Lady Gaga, Kendrick Lamar, dan Sabrina Carpenter.
Musisi asal Puerto Rico berusia 31 tahun itu tak hanya membawa pulang piala paling bergengsi, tetapi juga menjadikan panggung Grammy sebagai ruang pernyataan politik. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk para imigran, di tengah menguatnya kritik terhadap kebijakan pengetatan imigrasi pemerintah Amerika Serikat.
“Penghargaan ini untuk semua orang yang harus meninggalkan rumah, tanah, dan negara mereka demi mengejar mimpi,” ucap Bad Bunny dengan mata berkaca-kaca.
Terkejut, Lalu Menangis di Panggung
Bad Bunny, yang memiliki nama asli Benito Ocasio, tampak terpaku saat Harry Styles menyebut namanya sebagai pemenang Album Terbaik Tahun Ini. Ia berhenti sejenak, menarik napas, lalu melangkah ke panggung dengan ekspresi tak percaya.
Momen emosional itu menjadi puncak seremoni Grammy yang sarat pesan sosial.
Sebelumnya, saat menerima penghargaan Album Música Urbana Terbaik, Bad Bunny melontarkan pernyataan yang lebih tegas.
“Sebelum saya berterima kasih kepada Tuhan, saya akan mengatakan: ICE out,” katanya, merujuk pada aparat imigrasi AS.
“Kami bukan binatang, bukan orang liar, bukan alien. Kami manusia, dan kami orang Amerika.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan nasional, termasuk insiden penembakan dua warga sipil dalam operasi imigrasi di Minneapolis.
Grammy Jadi Panggung Solidaritas
Bad Bunny bukan satu-satunya yang bersuara. Penyanyi Inggris Olivia Dean, yang dinobatkan sebagai Artis Pendatang Baru Terbaik, juga menyampaikan pesan kuat.
“Saya berdiri di sini sebagai cucu seorang imigran,” kata Dean, yang neneknya merupakan bagian dari generasi Windrush.
“Saya adalah produk dari keberanian. Kita bukan apa-apa tanpa satu sama lain.”
Dukungan serupa datang dari Kehlani, Gloria Estefan, dan Billie Eilish. Di karpet merah, sejumlah bintang bahkan mengenakan lencana bertuliskan “ICE Out”.
Billie Eilish, pemenang Lagu Terbaik Tahun Ini lewat Wildflower, mengaku sulit menghadapi situasi Amerika saat ini.
“Kita harus terus berbicara, berjuang, dan bersuara. Suara kita benar-benar berarti,” ujarnya.
Wildflower menjadi lagu ketiga Eilish yang memenangkan kategori tersebut dalam satu dekade terakhir, setelah Bad Guy (2020) dan Everything I Wanted (2021).
Grammy Awards tahun ini pun menegaskan satu hal: musik tak lagi sekadar hiburan. Di tangan para musisinya, panggung Grammy berubah menjadi suara perlawanan global.
Editor : Marthadi