LombokPost – Menjelang konser 'BTS Comeback Live: Arirang' di Gwanghwamun Square malam ini (21/3), industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dunia sedang terlibat dalam "pertempuran" platform habis-habisan untuk memperebutkan atensi 300 juta penggemar global.
Netflix, yang menyiarkan acara ini secara serentak ke lebih dari 190 negara, mempertaruhkan reputasinya melalui teknologi load balancing dan jaringan CDN 'Open Connect'.
Untuk mencegah buffering saat jutaan ARMY mengakses secara bersamaan, Netflix menerapkan sistem pemulihan multi-kegagalan (multi-failure recovery) dengan encoder sekunder otomatis.
"Ini adalah konten siaran langsung pertama di Korea dengan skala sebesar ini. Kami mengerahkan seluruh pengetahuan teknologi untuk memastikan pengalaman menonton tanpa hambatan," ujar perwakilan Netflix dilansir dari Yonhap News.
Tiga operator seluler utama Korea Selatan (SK Telecom, KT, dan LG Uplus) mengerahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah gangguan komunikasi di lokasi.
SK Telecom meluncurkan sistem 'A-One' berbasis AI untuk memprediksi lonjakan trafik data.
KT memperluas kapasitas jaringan backbone demi mendukung streaming definisi tinggi (HD).
LG Uplus menerapkan jaringan otonom yang mampu menyesuaikan sinyal stasiun pangkalan secara real-time tanpa bantuan manusia.
Pemerintah juga turun tangan dengan menyiagakan 18 stasiun pangkalan seluler cadangan dan 17 fasilitas pemancar sementara untuk menjamin keamanan komunikasi darurat di tengah kerumunan 260.000 orang.
Kawasan Gwanghwamun dibagi menjadi tiga zona berdasarkan kepadatan pengunjung dan karakteristik penggunaan, dan jaringan komunikasi yang disesuaikan dioperasikan.
Penguatan fasilitas sementara yang dikhususkan untuk roaming bagi pengunjung asing dan optimalisasi jaringan komunikasi di stasiun kereta bawah tanah terdekat juga dilakukan secara paralel.
Seorang pakar industri TI menyatakan, acara-acara di mana penggemar global berpartisipasi secara bersamaan merupakan peluang bagi perusahaan platform untuk menunjukkan daya saing layanan mereka.
"Persaingan platform seputar acara budaya global akan menjadi semakin intens di masa mendatang," ujarnya.
Editor : Prihadi Zoldic