LombokPost – Kedahsyatan daya pikat merek (brand power, Red) personil BTS di pasar internasional kembali mencatatkan fenomena bisnis yang menarik.
Kali ini, nama anggota tertua BTS, Jin, sukses menembus ruang siar prime-time televisi nasional Inggris, ITV, lewat program kuis legendaris 'The Chase'.
Dari perspektif ekonomi hiburan, kemunculan nama sang idola di hadapan jutaan pemirsa reguler Eropa ini merepresentasikan nilai paparan merek (brand exposure value) gratis yang bernilai sangat fantastis.
Baca Juga: Suga BTS Berinvestasi di SpaceX Sebelum IPO, Potensi Cuan Tembus 3.750 Persen
Bukan rahasia lagi jika slot iklan di televisi nasional Inggris terkenal dengan tarifnya yang mencekik leher.
Namun, lewat program 'The Chase' yang dipandu aktor Bradley Walsh, profil Jin justru dijadikan instrumen pertanyaan utama.
Program yang menyedot rata-rata 3 hingga 5 juta penonton harian di Inggris tersebut secara sukarela mengulas fakta aktivitas solo serta wajib militer Jin sebagai materi kuis.
Langkah industri penyiaran Inggris ini menjadi bukti sahih betapa tingginya nilai indeks pasar (market value index) sang artis.
Tanpa perlu menggelontorkan biaya promosi dari kantong agensi, nama Jin secara otomatis mendapatkan publisitas masif di wilayah yang dikenal sangat selektif terhadap konten asing.
Validasi global terhadap nilai komersial Jin nyatanya tidak hanya terjadi di Inggris. Di belahan bumi lain, profilnya telah bertransformasi menjadi semacam cultural currency (mata uang budaya) yang diadopsi industri kreatif lokal untuk mengerek rating pemirsa.
Tengok saja bagaimana drama populer Meksiko, La rosa de Guadalupe, secara spesifik menyisipkan namanya sebagai representasi visual pria tertampan.
Tren serupa diadopsi oleh industri animasi Amerika Serikat melalui Chicago Party Aunt yang memposisikannya sebagai simbol gaya keren, serta drama medis AS, Doogie Kamealoha, yang mengulas penampilannya.
Melekatnya nama Jin BTS di ingatan publik barat tentu menjadi stimulus bisnis yang sangat menguntungkan bagi korporasi di balik BTS.
Efek domino dari popularitas organik ini langsung dirasakan pada kelancaran rantai bisnis pertunjukan mereka di pasar global.
Baca Juga: BTS Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi di AMA 2026, RM: ARMY Mewujudkannya Lagi!
Pasca-sukses besar mengunci keuntungan lewat penjualan tiket dalam konser mereka di Madrid, Spanyol, BTS kini langsung tancap gas melanjutkan estafet monetisasi raksasa mereka.
Grup pelantun hits global ini dijadwalkan memboyong rangkaian tur dunia bertajuk 'ARIRANG' ke Brussels, Belgia, pada tanggal 2-3 Juli mendatang.
Dengan kuatnya penetrasi personal brand tiap anggotanya di ranah media konvensional barat, BTS membuktikan bahwa ekosistem bisnis mereka tidak hanya mengandalkan penjualan musik digital murni, melainkan kapasitas modal kapitalisasi nama besar yang mampu mendikte pasar hiburan dunia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Idol K-Pop, SUGA BTS Jadi Penulis Buku 'MIND Program' untuk Terapi Musik Anak Autisme
Editor : Akbar Sirinawa