LombokPost-Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah tak hanya bergulir pada urusan pribadi pascaperceraian. Persoalan itu kini merembet ke urusan pekerjaan dan kerja sama promosi.
Sebuah petisi online di Change.org muncul dengan seruan cancel Sarwendah dari kerja sama dengan berbagai brand. Petisi itu dibuat Netizen Update pada 29 Juni 2026.
Hingga Senin (6/7), petisi itu telah mengumpulkan sekitar 86.132 tanda tangan. Petisi ini berisi desakan agar brand berhenti bekerja sama dengan Sarwendah.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Ruben Onsu Ajukan Hak Asuh Anak, Ternyata Bukan Karena Sarwendah
Pembuat petisi dan para pendukungnya meminta seluruh brand serta pelaku usaha mempertimbangkan ulang kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung bersama Sarwendah.
Dalam petisi itu, Sarwendah dinilai tidak dapat menjaga citra di hadapan publik. Karena itu, pembuat petisi meminta perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik sebagai wajah promosi produk.
Pembuat petisi menyebut gerakan ini sebagai aspirasi konsumen. Mereka menginginkan praktik promosi berjalan lebih bertanggung jawab dengan memperhatikan nilai, integritas, dan etika.
Petisi itu juga meminta agar tidak ada lagi brand yang bekerja sama dengan Sarwendah dalam kegiatan pemasaran, khususnya melalui live streaming. Permintaan itu disampaikan sampai polemik yang menjadi perhatian publik mendapat kejelasan.
Baca Juga: Sarwendah Kenang Ayah Tercinta dengan Jas Biru yang Seharusnya Dipakai saat Ulang Tahun
Sebelumnya, Ruben Onsu dan Sarwendah terseret persoalan pribadi terkait pengasuhan anak dan nafkah anak. Masalah keduanya kemudian semakin membesar dan memanas.
Polemik itu kembali menjadi sorotan setelah Sarwendah menyampaikan kekecewaannya kepada Ruben Onsu saat live di media sosial. Dalam siaran langsung itu, ia disebut mengeluarkan kata-kata kasar.
Gelombang reaksi publik kemudian meluas di media sosial. Petisi cancel Sarwendah menjadi salah satu bentuk tekanan dari warganet terhadap kerja sama brand yang melibatkan mantan istri Ruben Onsu itu.
Editor : Akbar Sirinawa