Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tujuh Bulan Pasca Gempa, Baru 7.474 Rumah Sedang Dibangun

Administrator • Selasa, 19 Februari 2019 | 12:16 WIB
BANGUN RUMAH: Seorang warga membawa bahan bangunan yang akan digunakan membangun Riko miliknya di Lingkungan Tegal, Kota Mataram, kemarin (18/2).
BANGUN RUMAH: Seorang warga membawa bahan bangunan yang akan digunakan membangun Riko miliknya di Lingkungan Tegal, Kota Mataram, kemarin (18/2).

MATARAM-Tujuh bulan sejak gempa memporak-porandakan rumah warga Agustus 2018, jumlah rumah dalam proses pembangunan baru 7.474 unit. Baik rumah rusak berat, sedang, dan rusak ringan.


Jumlah itu bertambah 185 unit dari sebelumnya. Terdiri dari rumah instan sederhana sehat (Risha) 2.670 unit yang selesai 184 unit. Kemudian rumah instan kayu (Rika) 1.841 unit yang selesai 112 unit. Rumah instan konvensional (Riko) 2.495 unit yang selesai 153 unit. Rumah cetak riswari Indonesia (RCI) 40 unit dalam proses pembangunan, dan rumah instan baja (Rosba) 428 unit.


Kepala Pelaksana BPBD NTB Muhammad Rum menjelaskan, pemerintah baru bisa bekerja maksimal dalam dua bulan terakhir. Saat ini berbagai persoalan di lapangan sudah mampu diatasi. Prosedur pencairan dana dipermudah.


Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Tri Budipraytino menyebutkan, jumlah Pokmas terbentuk 4.817 kelompok. Terdiri dari Pokmas rusak berat 2.228 kelompok, Pokmas rumah rusak sedang 803 kelompok, dan Pokmas rumas rusak ringan 1.786 kelompok.


Tapi jumlah rekening Pokmas terbentuk 4.587 rekening, dan 1.714 rekening terisi. Terdiri dari Pokmas rumah rusak berat 860 rekening, Pokmas rumah rusak sedang 307 rekening, dan Pokmas rumas rusak ringan 547 rekening. Sementara rekening masyarakat sudah terisi 160.944 atau sebesar 75,71 persen dari total rumah rusak.


Muhammad Rum mengungkapkan, dari Rp 3,5 triliun dana yang ditransfer pusat, baru Rp 3,4 triliun lebih dana yang ditransfer ke rekening masyarakat. Sisanya Rp 6,8 miliar masih ada di rekening BPBD Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa dan Sumbawa Barat. "Dana sudah ditransfer ke 160.944 kepala keluarga korban gempa," ujarnya. (ili/r7)

Editor : Administrator
#NTB