---------------------------------------
DESA Rumbuk, Kecamatan Sakra kini sudah menjadi zona hijau. Tak ada satu pun warganya yang tercatat menjadi PDP atau pun terkonfirmasi positif Covid-19. Kades Rumbuk Suhirman menceritakan upayanya dalam memerangi Covid-19. “Semua ini karena kesadaran masyarakat yang terus meningkat,” kata Suhirman.
Kesadaran tersebut tentu tidak setinggi saat ini. Sebab di awal, masih banyak warga yang enggan menjalankan protokol Kesehatan Covid-19. Seperti imbauan pemerintah. Kata Suhirman, namun beberapa di antara warga yang sadar tak henti-hentinya meminta desa untuk sigap. “Dari sanalah, kami langsung berinisiatif membuat posko sosialisasi pengaduan dan pencegahan Covid-19,” jelasnya.
Posko tersebut awalnya dijadikan sebagai tempat mendata warga yang baru pulang dari daerah terdampak Covid-19. Setiap yang datang, warga akan diperiksa dan didata secara terpadu di sana. Menurut Suhirman, posko itu terbentuk jauh sebelum adanya posko gugus tugas penanganan Covid-19 Lotim untuk mendata warga yang datang dari luar daerah.
Semua ada di posko itu. Terutama relawan yang terdiri dari para pemuda, pelajar, mahasiswa. “Sampai saat ini sudah mencapai lima puluhan orang,” terang Suhirman.
Posko ini sendiri berlokasi terpisah dari kantor Desa. Sengaja dicarikan tempat khusus agar benar-benar menjadi center. Kata Suhirman, sejak adanya posko tersebut, semua penanganan Covid-19 terpusat di sana. Mulai dari pembagian masker, sarana kebersihan seperti ember cuci tangan, dan sosialisasi.
Kesadaran masyarakat mengenai bahaya Covid-19 yang tinggi tidak terlepas dari gerakan sosialisasi yang dilakukan. Pemuda, tokoh masyarakat dan agama, dan pemerintah desa dibantu babinsa dan Babinkamtibmas bersatu padu melakukan sosialisasi. Apalagi setelah adanya dua warga Rumbuk yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Waktu itu nakes yang bekerja di PKM Lenek,” jelasnya.
Dari posko ini juga, Suhirman mengajak pemuda bergerak untuk menjaga keberlangsungan perekonomian warga. Ia pun menggencarkan produk industri rumahan yang berasal dari kulit. Namanya tiga kulit. Wayang kulit, kerupuk kulit, dan aksesoris dari kulit. “Kita tetap bantu pasarkan. Sampai sekarang banyak yang memesan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, ia juga akan membuat wisata kuliner desa Rumbuk. Dengan harapan warga yang saat ini masih menganggur karena pandemi Covid-19 bisa diberdayakan.
Camat Sakra Ahmad Subhan menerangkan, Desa Rumbuk memiliki nilai terbaik di Kecamatan Sakra. Ia melihat pemerintah desa dan masyarakat menjadi satu dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Sampai saat ini, relawan di posko penanganan Covid-19 desa Rumbuk masih aktif dan malah semakin bertambah,” terang Subhan. (tih/r6)
Editor : Administrator