--------------------------------------
KEPALA DESA Toya Hanah mengernyitkan dahi saat ditanya mengenai suasana mencekam akhir Maret 2020 lalu. Saat itu, telah tersebar informasi tentang pimpinan salah satu Ponpes di desanya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami belum tahu apa-apa mengenai virus ini. Semua panik,” kata Hanah menjelaskan masa-masa sulit itu.
Langkah pertama yang ia lakukan kemudian adalah menggelar rapat dengan seluruh tokoh agama dan masyarakat, disertai Forkopimcam. Tim relawan segera terbentuk. Inisiatif bermunculan. Salah satu yang tercepat saat itu adalah membatasi penuh aktifitas warga di luar rumah.
Penerapan lockdown secara total tentu berdampak pada perekonomian warga. Di satu sisi, pembangunan salah satu infrastruktur penunjang pertanian warga saat itu yang sedang berjalan juga terhambat.
“Di saat itulah, kami berupaya menerapkan padat karya. Semua warga terlibat,” jelasnya.
Dari desa zona merah Covid-19 pertama di NTB, saat ini, Desa Toya sudah berstatus zona hijau. Hal itu menjadi salah satu hasil dari kerja keras semua pihak dalam melawan Covid-19. Hanah menerangkan, salah satu yang dilakukan saat itu adalah segera membagikan 9 ribu masker kepada seluruh warga. Tua, muda, anak-anak, dan semua warga mendapatkan jatah.
Di samping menguatkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan, pihaknya juga memastikan terbaginya Jaminan Pengaman Sosial (JPS) dengan merata. Baik yang dari dana desa, ataupun dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Semua data penerima kami pampang di Kantor desa,” jelasnya.
Untuk pencegahan penularan, Pemdes Toya juga menyiapkan tempat karantina khusus bagi pelajar yang pulang dari luar desa. Ia menerangkan, semua proses dan tahapan yang dilakukan tidak terlepas dari kebersamaan semua pihak. Kata Hanah, jika saat ini desanya sudah hijau kembali, hal itu bukan semata merupakan hasil kerjanya seorang, melainkan hasil bersama.
Kapolse Aikmel Iptu I Made Sutama menerangkan, selain menggiatkan penerapan hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan, ketahanan pangan masyarakat juga sangat terjaga di desa Toya. Masyarakat yang sebagian besar adalah petani dan peternak saat ini sudah bangkit kembali. “Salah satu yang kami pantau adalah usaha ternak ayam di desa tersebut,” jelas Sutama.
Karena saat ini Kecamatan Aikmel masih menjadi zona merah, maka desa yang ada di dalamnya harus tetap waspada. Protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dapat dijalankan warga. Sembari memastikan masyarakat berdaya secara ekonomi. (tih/r6)
Cara Desa Toya Bebas dari Virus Korona
- Melibatkan seluruh tokoh agama dan masyarakat dalam menyosialisasikan bahaya Covid-19.
- Menyiapkan tempat karantina khusus bagi pelajar yang pulang dari luar daerah.
- Menguatkan budaya gotong royong di tengah kesulitan ekonomi.
- Membagikan masker kepada seluruh warga desa yang terdiri dari 2.700 KK.
Sumber: Diolah Lombok Post
Editor : Administrator