Ulah sekelompok pengunjung Savana Propok yang joget-joget dengan suara musik keras viral di media sosial. Tingkah mereka dikecam warga. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih melanda. ”Makanya kami tutup,” ujarnya.
Menurut Dedy, bukit Propok sudah dijaga tujuh orang. Namun mereka tidak bisa memantau sepanjang waktu aktivitas para pengunjung yang mencapai 150 orang. ”Tujuh orang bagaimana menghalau 150 orang yang ikut-ikutan (joget) di situ,” ujarnya.
Secara keseluruhan, lanjut Dedy, pembukaan delapan destinasi wisata non pendakian di kawasan TNGR berjalan baik. Hanya insiden Propok yang mengganggu. ”Artinya 90 persen berjalan dengan baik,” katanya.
Meski demikian, Balai TNGR meminta tujuh destinasi yang dibuka melakukan screening ketat terhadap bawaan para pengunjung. Mereka tidak boleh membawa benda-benda yang berpotensi dipakai membuat keributan. ”Tidak boleh bawa sound system besar, tidak boleh bawa minuman,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, TNGR juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap mematuhi protokol Covid-19 di destinasi wisata. ”Edukasi sudah mulai sekarang ini,” katanya.
Dedy menambahkan, bagi pendaki yang membuat ulah di Propok sedang dicari. Mereka akan diberikan pembinaan terlebih dahulu. Jika tidak mengindahkan ke depan mereka akan dilarang berkunjung. ”Kita minta buat surat pernyataan tidak mengulangi, kalau tidak bisa dibina ya di-blacklist,” tegasnya.
Pun demikian, pemerintah mengutamakan upaya pembinaan. Apalagi sebagian besar mereka adalah pemuda dan pelajar yang perlu dibina.
Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal sangat menyesalkan insiden itu. Ia setuju dengan langkah penutupan sementara Savana Propok. Dengan harapan insiden serupa tidak terjadi lagi di destinasi-destinasi wisata yang lain. ”Kalau mereka seperti itu kami juga bisa tutup,” ujarnya.
Faozal meminta para pengunjung memanfaatkan destinasi wisata sebaik-baiknya. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberikan. “Jangan sampai destinasi wisata menjadi pusat penularan virus korona,” tegasnya. (ili/r5)
Editor : Baiq Farida