Plt. Kepala Badan Geologi Saleh Abdurrahman mengatakan, NTB beruntung punya museum geologi. ”Museum ini memaparkan sejarah babad tanah di Lombok, ini sangat menarik,” katanya usai meninjau Museum Geologi NTB, kemarin (4/8).
Keberadaan museum itu, kata Saleh, akan sangat membantu masyarakat, khususnya orang Lombok agar mengetahui sejarah geologi kampung halamannya. ”Juga orang luar yang ingin mempelajari dan mendalami sejarah geologi di sini,” katanya.
Museum geologi tersebut dibangun karena Rinjani-Lombok sudah menjadi Unesco Global Geopark (UGG). Pusat informasi itu memudahkan orang untuk mengetahui informasi tentang kekayaan geologi Rinjani-Lombok. ”Dulu kita punya gunung yang sangat dahsyat, Gunung Samalas yang letusannya sampai mengganggu iklim dunia,” katanya.
Museum tersebut memanfaatkan salah satu gedung Museum NTB. Di dalamnya pengunjung akan masuk ke lorong-lorong yang berisi informasi sejarah letusan Gunung Samalas. Termasuk kekayaan flora dan fauna di kawasan Rinjani. Museum tersebut dilengkapi audio visual yang memudahkan orang mempelajari sejarah letusan Gunung Samalas.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) NTB Kusnadi mengatakan, IAGI NTB mendukung keberadaan pusat informasi geologi di Museum NTB. Apalagi di dalamnya terdapat wahana edukasi kegeologian terkait potensi sumber daya alam geologi dan kerentanan bencana alam geologi. ”Kami mengharapkan museum ini dapat menjadi kawah candradimuka pendidikan kegeologian di NTB,” katanya.
NTB, kata Kusnadi, berada di daerah ring of fire dan diberkahi sumber daya alam berupa emas, tembaga, dan batuan serta keindahan alam bentukan proses geologi. Hal itu menjadikannya sebagai objek geowisata yang sangat menarik.
Keberadaan UNESCO Global Geopark Rinjani-Lombok dan Geopark Nasional Tambora menjadi bukti keunikan proses geologi di NTB. ”Semoga dengan adanya atraksi baru ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk mengunjungi museum,” katanya. (ili/r5) Editor : Administrator