-----------------------------------------------------
KAPOLRES Lotim AKBP Tunggul Sinatrio memperlihatkan master plan launching program Lotim Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Berkembang).
“Rata-rata persoalan yang tengah dihadapi masyarakat saat ini adalah masalah ekonomi,” kata Tunggul.
Menurutnya, keberadaan bank rontok menjadi salah satu penyebab timbulnya keresahan warga. Terutama saat harus membayar cicilan dengan bunga yang tinggi. Di satu sisi, masyarakat juga mendapat tawaran menggiurkan di tengah mendesaknya kebutuhan. Kata Tunggul, dengan sistem tanpa agunan dan proses pencairan yang kilat, mau tak mau warga akan tetap mengambil pinjaman tersebut. “Karena hampir tidak ada solusi lain,” jelasnya.
Pernah pada suatu hari ia menemui seorang warga yang sedang adu mulut dengan petugas bang rontok. Begitu juga pada saat melakukan patroli gabungan dengan Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Agus Prihanto Donny, ia mengunjungi peternak sapi yang merasa kesulitan melanjutkan usaha ternaknya. “Rata-rata kesulitannya di modal,” terang dia.
Dari semua temuan itulah, usulan program memberantas rentenir ditawarkan ke Pemkab Lotim. Kata Tunggul, mengentas permasalahan ekonomi juga merupakan salah satu tujuan dari terbentuknya program kampung sehat. “Selain menjaga kebersihan dan kesehatan, mempertahankan ketahanan pangan juga adalah kata kunci,” jelasnya.
Bukti dari keseriusan Pemkab Lotim menanggapi usulan tersebut terbentuknya program Lotim Berkembang. Selain itu, Pemkab Lotim juga akan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Tunggul menjelaskan, sasaran program tersebut nantinya akan menyasar 2 ribu peternak sapi di Lotim. “Selain diberikan pinjaman tanpa bunga, sapi peternak juga akan mendapat asuransi,” terangnya.
Masing-masing peternak akan mendapat jatah asuransi sebanyak 2 ekor sapi. Sehingga totalnya 4 ribu sapi. Untuk asuransi sendiri, pemerintah bekerjasama dengan PT Jasindo. Selain itu, Tunggul juga memastikan pengawasan penuh dari babinkamtibmas di masing-masing desa. Diharapkan, pihaknya dapat memastikan keamanan para peternak sapi dari ulah si tangan panjang.
“Program ini akan dilanching Kamis (3/9) ,” tuturnya. (tih/r6) Editor : Administrator