Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sudah Divaksin, Putra Gubernur: Milenial Gak Usah Takut

Wahyu Prihadi • Jumat, 15 Januari 2021 | 11:18 WIB
SUNTIK VAKSIN: Zulfikar, anak Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, sebagai perwakilan milenial saat disuntik Vaksin Sinovac, di Mataram, kemarin (14/1).
SUNTIK VAKSIN: Zulfikar, anak Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, sebagai perwakilan milenial saat disuntik Vaksin Sinovac, di Mataram, kemarin (14/1).
MATARAM-Kegiatan vaksinasi untuk memutus mata rantai, penyebaran virus Korona di NTB, sudah dimulai. Kamis (14/1), gubernur NTB, dan sejumlah tokoh menjadi pihak yang pertama disuntik.

Zulfikar, putra Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga termasuk yang pertama disuntuk vaksin. Dirinya mengatakan telah melalui serangkain tes pemeriksaan kesehatan.

”Sebelum disuntik vaksin ada screening, istirahat cukup dan olahraga, karena memang saya hobi juga olahraga,” jelasnya.

Kendati demikian, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan gugup saat hendak disuntik vaksin. ”Awal-awalnya gugup ya, karena pertama kali juga nih, tapi setelah itu nggak ngerasa apa pun, cuma kayak kecolek doang tadi,” terang alumni Universitas Indonesia (UI) itu.

Sesuai arahan Kemenkes RI, penerima vaksin diminta untuk menunggu selama 30 menit setelah vaksinasi. Untuk melihat, apakah ada reaksi yang timbul atau tidak.

”Dicek dan ternyata nggak ada gejala apa pun,” tegas Zulfikar.

Dalam skala nasional, artis sekaligus influencer Raffi Ahmad, juga menjadi yang pertama divaksin, Rabu (13/1). Menurut Zulfikar, kini saatnya milenial mengambil peran. Bukan sebatas menunjukkan tak takut disuntik, namun lebih dari itu. Maksudnya, turut member edukasi pada masyarakat, agar percaya pada kebijakan pemerintah.

Ditegaskan, dirinya percaya vaksinasi itu baik. Dia mendorong milenial lain terus mengkampanyekan itu. Paling sederhana, bisa melalui medsos masing-masing.

”Banyak berita tidak benar, tetapi harus kita lihat, vaksin ini tujuannya sangat bagus, supaya imunitas dan kekebalan tubuh lebih baik,” jelasnya.

Keikutsertaannya diharapkan dapat turut meyakinkan masyarakat NTB, ”Jadi buat anak-anak muda di luar sana, tidak usah takut (vaksin) ya, karena tujuannya untuk kebaikan kita semua,” pungkas anak kedua Gubernur NTB ini.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menegaskan, kaum milenial bisa menjadi teladan. ”Itu tujuannya,” ujarnya.

Menurutnya sikap paranoid terhadap vaksinasi, karena beredarnya pemberitaan yang tidak benar.

”Dengan adanya proses vaksinasi, ini  bisa jadi contoh bagi anak-anak muda, terutama kaum milenial, supaya tidak terprovokasi oleh isu-isu hoaks,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Hj Nurhandini Eka Dewi menambahkan, meski vaksin sudah ada, masyarakat tidak boleh kendor menerapkan 3M. ”Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” pesannya. (yun/r9)

 

  Editor : Wahyu Prihadi
#Anak Muda #Vaksin Covid 19 #informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Gde Putu Aryadi #Kepala Dinas Komunikasi #Vaksinasi #suntuk #Milenial #NTB #Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Hj Nurhandini Eka Dewi