Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perajin Kriya NTB Diminta Update Trend Pasar

Administrator • Rabu, 30 Juni 2021 | 23:38 WIB
UPDATE TREND: Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada workshop inkubasi subsektor kriya di Mandalika yang diselenggarakan Kemenparekraf RI di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (30/6/2021). (Dinas Komin
UPDATE TREND: Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada workshop inkubasi subsektor kriya di Mandalika yang diselenggarakan Kemenparekraf RI di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (30/6/2021). (Dinas Komin
MATARAM-Trend menjadi salah satu kata kunci berkembangnya industri kreatif. Diperlukan kemampuan untuk dapat mengikuti trend pasar yang tengah berkembang, agar industri kreatif bisa tetap bertahan dan berkembang di segala situasi.

Untuk itu, para pelaku industri kreatif khususnya pada bidang kriya diminta selalu memperbarui pengetahuan terkait trend pasar yang tengah berkembang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat membuka workshop inkubasi subsektor kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (30/6/2021).

"Memang agar bisa bangkit lagi kita butuh ilmu baru dan selalu update trend di dunia. Karena trend akan selalu berganti walau pandemi tengah berlangsung. Manusia selalu ingin yang baru untuk melakukan perjalanan dan pembelian," jelasnya.

Bunda Niken menjelaskan, selain alam NTB juga diperkaya dengan tiga suku besar: Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang memiliki tipikal adat istiadat, bahasa, makanan, hingga kerajinan kriya  yang berbeda. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. "Tidak hanya ada tenun tapi juga tas ketak, mutiara, kerang, ada juga gerabah," jelas Bunda Niken.

Namun, berbagai cobaan yang melanda, khususnya pada sektor kriya di NTB, dimulai dari tragedi bom Bali, gempabumi, hingga pandemi Covid-19 mengharuskan para perajin lebih siap bersaing lagi. "Segala cobaan ini harus menambah ilmu dan meningkatkan jejaring kita. Kita harus menjadi pengerajin yg lebih siap bersaing lagi," terang istri gubernur NTB itu.

Pada kesempatan itu, Bunda Niken mengapresiasi perhatian besar yang diberikan Kemenparekraf RI terhadap Provinsi NTB. Khususnya dalam rangka membantu kebangkitan sosial ekonomi pariwisata dan industri kreatif di NTB dengan berbagai pelatihan yang diberikan. "Kami sangat mengapresiasi Kemenparekraf RI atas diselenggarakannya kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu para pengerajin kriya di NTB dapat keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi," jelas Bunda Niken.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI Riwud Mujirahayu menjelaskan, Kemenparekraf RI dengan berbagai programnya berupaya meningkatkan pemulihan perekonomian nasional khususnya di daerah destinasi pariwisata seperti di NTB. "Dampak beruntun dari gempa dan pandemi Covid-19 sangat memengaruhi sektor pariwisata dan ekonomoli kreatif. Karena itu, program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi kreatif agar tumbuh kembali," jelas Riwud.

Pada kesempatan yang sama, Zainudin, salah seorang pengusaha gerabah asal Desa Banyumulek, Lombok Barat, menyampaikan harapan besarnya mengikuti pelatihan ini. Ia berharap usaha yang telah digelutinya selama 30 tahun dan tengah mengalami berbagai cobaan dapat kembali berkembang dengan ilmu yang terbarukan.

"Kerajinan selalu menuntun kreativitas. Kami mau dibimbing terkait warna, tehnik produksi, tehnik pencetakan sketsa serta kelembagaan. Agar kami bisa terus berkembang," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara workshop ini digelar hingga tanggal 3 Juli mendatang dengan didampingi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Seperti Anita Armas dan Endang Lestari pengerajin kondang dan designer kriya ternama. (ewi/r1) Editor : Administrator
#dekranasda #Niken #Kerajinan Kriya