Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puspaga Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga

Administrator • Jumat, 3 September 2021 | 15:57 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin saat membuka kegiatan pembinaan dan pembentukan PUSPAGA.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin saat membuka kegiatan pembinaan dan pembentukan PUSPAGA.
MATARAM-Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) dibentuk Pemprov NTB, sebagai cara untuk mencegah terjadinya perkawinan anak. ”Puspaga ini di hulunya, preemtif dan preventif kita,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, kemarin.

Eny, sapaan karibnya menjelaskan, Puspaga merupakan unit pelayanan untuk pembelajaran keluarga hingga tingkat desa. ”Ini untuk edukasi sekaligus konseling mengenai parenting, yang juga menjadi perhatian pemprov,” tuturnya.

Orang tua di era kiwari memiliki tantangan yang lebih berat dalam mengasuh dan membesarkan anak. Perubahan lingkungan serta kemajuan teknologi yang sangat cepat, mempengaruhi pola asuh serta tumbuh kembang anak.

Pelayanan konseling langsung ditangani tenaga profesional dari psikolog. ”Harapan kita dengan puspaga ini bisa meningkatkan kualitas keluarga dengan pengasuhan yang baik dan berbasis hak anak,” sebut Eny.

Dibentuknya puspaga sejalan dengan visi NTB Gemilang. Bagaimana meningkatkan peran ibu dan keluarga, dalam pendidikan pengasuhan anak; menurunkan kekerasan terhadap anak; hingga mencegah perkawinan anak.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah terus mendorong agar seluruh kabupaten/kota di NTB bisa membentuk pusat. Sebagai upaya untuk percepatan kabupaten/kota layak anak di NTB.

”Menjadi kewajiban kita untuk menyiapkan fasilitas dan program kepada masyarakat. Jadi puspaga ini harus diseriusi,” tegasnya.

Rohmi juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk terus memberi edukasi kepada masyarakat. Terkait persoalan keluarga dan anak. Seperti masalah stunting; kematian ibu dan bayi; hingga perkawinanan anak, narkoba, dan kebencanaan.

Katanya, permasalahan yang menyangkut keluarga maupun anak di NTB tak lepas dari kurangnya edukasi. Sehingga dibutuhkan upaya ekstra memberikan pemahaman kepada masyarakat.

”Misalnya saja soal pola hidup bersih dan sehat yang sudah dibicarakan bertahun-tahun, tapi belum juga kita tuntaskan aplikasinya di lapangan,” tandas Rohmi. (dit) Editor : Administrator
#Pusat pembelajaran keluarga #DP3AP2KB #Puspaga