Dinas PUPR sebenarnya telah mengajukan anggaran ke Kementerian PUPR. Agar ruas jalan tersebut bisa ditingkatkan. Usulan anggaran diajukan bersamaan dengan ruas jalan Kuta-Keruak di bypass Mandalika.
Namun, akibat terbatasnya anggaran, kementerian memilih menunda pengerjaan ruas jalan Pelabuhan Gili Mas-Lembar. Hanya fokus untuk ruas jalan Kuta-Keruak. Yang dinilai lebih urgen untuk menunjang aksesibilitas menuju Sirkuit Pertamina Mandalika.
”Fokus yang di Mandalika dulu, di Kuta-Keruak itu,” ujar Ridwan, yang juga merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB.
Dari perhitungan Dinas PUPR, peningkatan ruas jalan yang menghubungkan dua pelabuhan di Lobar tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 56 miliar. Yang akan digunakan untuk memperlebar jalan sepanjang 7,5 kilometer tersebut. Sehingga memberi ruang yang cukup bagi transportasi penonton dari Gili Mas dan Lembar menuju sirkuit.
Untuk penanganan sementara, kata Ridwan, Dinas PUPR akan melakukan pemeliharaan di titik-titik yang rusak. Termasuk mengganti gorong-gorong jika diperlukan. ”Kita ambil dari anggaran pemeliharaan. Tidak banyak memang, tapi akan diusahakan maksimal,” tutur Ridwan.
Selain soal pemantapan jalan, Ridwan juga ingin memastikan tidak boleh ada stuck untuk seluruh transportasi dari Pelabuhan Gili Mas dan Lembar, yang menuju sirkuit. Arus lalu lintas harus dipastikan lancar untuk kenyamanan penonton MotoGP.
Guna memastikan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) NTB bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB serta Polres Lobar, bakal melakukan simulasi.
Mengatur arus angkutan yang melintas di sepanjang jalan menuju sirkuit.
”Bagaimana dengan fasilitas jalan yang ada, tidak terjadi kemacetan. Terutama saat berangkat dan pulang,” katanya. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis