Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penonton MotoGP Gak Perlu Galau, Masih Banyak Kamar Kosong untuk Menginap

Rury Anjas Andita • Jumat, 4 Februari 2022 | 11:30 WIB
HARUS DIMAKSIMALKAN: Dua orang wisatawan berjalan  di depan salah satu restoran yang berdiri di atas lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. (Dok/Lombok Post)
HARUS DIMAKSIMALKAN: Dua orang wisatawan berjalan di depan salah satu restoran yang berdiri di atas lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. (Dok/Lombok Post)
MATARAM-Dinas Pariwisata (Dispar) NTB memastikan masih banyak kamar kosong di Pulau Lombok dan Sumbawa. Terutama untuk penonton MotoGP sebagai tempat menginap.

”Masih banyak tempat yang bisa dihuni. Kalau hotel berbintang, ya barangkali memang sudah penuh,” kata Kepala Dispar NTB H Yusron Hadi, Kamis (3/2).

Pekan kemarin, dispar bersama sejumlah asosiasi perjalanan wisata turun mengecek tingkat keterisian kamar. Dengan sampel per wilayah, tim berhasil menjangkau sekitar 10 ribu kamar yang sudah dicek. Dari jumlah tersebut, kamar yang sudah terisi 54,96 persen atau hanya 5.496 kamar saja. ”Jadi jangan dibilang buru-buru, kalau penginapan kita penuh,” ujarnya.

Dispar semula mendata jumlah kamar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mencapai 22.038 kamar. Sebanyak 20.223 kamar berada di Pulau Lombok dan 1.815 kamar di Pulau Sumbawa.

Untuk Pulau Lombok, Kabupaten Lombok Utara menjadi yang tertinggi ketersediaan kamarnya, mencapai 6.719 kamar. Diikuti Kota Mataram 4.914; Lombok Tengah 4.286; Lombok Barat 3.132; dan Lombok Timur 1.172.

Di Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa yang paling banyak, yakni 773 kamar; gabungan kabupaten Bima dan Kota Bima 615 kamar; Kabupaten Sumbawa Barat 400 kamar; dan Kabupaten Dompu 27 kamar.

”Sekarang sudah menjadi 24.768 kamar. Termasuk di dalamnya sarhunta dan camping ground. Juga ada rusun,” jelasnya.

Ia mengatakan, dispar tetap berupaya memaksimalkan kamar maupun ruang penginapan yang ada di Lombok dan Sumbawa. Penonton MotoGP juga diharapkan tidak berpatokan pada ketersediaan kamar di hotel berbintang. Apalagi masih banyak kamar di homestay maupun camping ground di desa-desa wisata yang bisa digunakan.

”Supaya nikmatnya MotoGP dirasakan masyarakat kita, pengelola desa wisata dan pengelola homestay,” tutur Yusron.

Mengenai potensi camping ground, pemerintah memastikan akan menyiapkan seluruh fasilitas. Untuk kenyamanan penonton. Seperti sarana air bersih hingga tenda untuk menginap. ”Itu kita pastikan,” tegasnya.

Sementara itu, Vice President Director MGPA Cahyadi Wanda mengatakan, pihaknya melihat tingginya minat pecinta balap di tanah air untuk menyaksikan event MotoGP secara langsung di Mandalika. Namun terkendala adanya keraguan dengan ketersediaan akomodasi dan transportasi.

Solusinya, MGPA bersama ITDC tengah berupaya menyiapkan skema bundling tiket, penambahan alternatif akomodasi dan penerbangan dari atau menuju The Mandalika. ”Kami berharap upaya kami dapat menjawab kebutuhan dari calon penonton yang ingin hadir dalam event motorsport nomor satu di dunia MotoGP di The Mandalika,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan kamar, ITDC Group sedang mematangkan konsep penempatan Camping Ground di zona Barat dan Timur The Mandalika. Lokasi Camping Ground di zona Barat akan bertempat di Kuta Beach Park, sementara di zona Timur adalah Batu Kotak, Tanjung Aan. Kedua lokasi ini dipilih menjadi area Camping Ground karena berada di wilayah yang strategis, mudah untuk mengakses menuju Sirkuit serta aman karena mudah dikontrol. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#MotoGP #penginapan #Sirkuit Mandalika #KEK Mandalika