Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sebelum MotoGP, Vaksinasi Dosis Pertama dan Kedua di NTB Minimal 80 Persen

Rury Anjas Andita • Rabu, 9 Februari 2022 | 11:00 WIB
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
PRAYA-Pemerintah provinsi dan pemda 10 kabupaten/kota di NTB diminta meningkatkan target vaksinasi. Untuk dosis pertama dan dosis kedua minimal 80 persen dari total jumlah penduduk. Target itu harus selesai balap MotoGP, Maret nanti.

“Kalau dosis dosis pertama kita di NTB sudah diangka 90 persen. Jadi, aman,” kata Ketua Satgas Covid-19 NTB Kombes Pol Awan Hariono pada Lombok Post, Selasa (8/2).

Sedangkan dosis kedua baru 61,99 persen. Itu artinya tinggal 18,01 persen lagi provinsi dan kabupaten/kota harus mengejar target yang ada.

Bagi Kabid Propam Polda NTB tersebut, mau tidak mau harus dijalankan. Apalagi sudah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 08 Tahun 2022 tentang pencegahan dan penanggulangan corona virus disease 2019 pada penyelenggaraan Mandalika MotoGP di Pertamina Mandalika internasional street circuit. “Jadi, dibuat aturan khusus untuk kita di NTB ini,” tandas Awan.

Untuk itu, Polda NTB akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dari tingkat polres, polsek hingga para bhabinkamtibmas guna membantu percepatan vaksinasi dosis kedua. “Begitu pula dosis ketiga jalan terus. Polda NTB optimis tuntas,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten/kota ikut menggenjot kembali hingga ke akar rumput. Dia menekankan, langkah yang dilakukan aparat dan pemerintah tersebut, semata-mata ingin manjaga warga tetap sehat dan terhindar dari penularan pandemi Covid-19.

“Khusus di Loteng untuk dosis pertama sudah 90 persen dan dosis kedua 65 persen,” papar Awan.

Hanya saja, dari aturan yang dimaksud, bukan Loteng saja yang menjadi prioritas. Melainkan, seluruh kabupaten/kota di NTB.

Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri dalam berbagai kesempatan tetap dan selalu menyampaikan agar warga mendukung dan mensukseskan program vaksinasi. Baik dosis pertama, dosis kedua maupun dosis ketiga. Dengan cara, mendatangi layanan-layanan kesehatan yang ada.

Atau menunggu di kantor desa, dan atau di rumah masing-masing. “Kita menargetkan, sebelum MotoGP 100 persen warga Gumi Tatas Tuhu Trasna sudah divaksin dosis pertama dan dosis kedua dipastikan melebihi target,” kata politisi Gerindra itu. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#omicron #Virus Korona #Covid-19 #Vaksinasi