Ia mengatakan, kesiapan masyarakat dalam menghadapi event internasional seperti MotoGP sangat penting. Apalagi MotoGP digelar di masa pandemi covid. Sehingga salah satu tujuannya adalah agar tidak terjadi lonjakan kasus covid.
”Kegiatan ini bisa berjalan sukses, sebelum dan sesudah, dengan tidak adanya lonjakan kasus,” ujarnya.
Untuk memastikan kesiapan masyarakat, BNPB turun langsung ke wilayah Loteng. Suharyanto menyebut ada beberapa kegiatan yang dipastikan siap, sebelum MotoGP. Salah satunya vaksinasi.
Vaksinasi menjadi bentuk kesiapan masyarakat menghadapi MotoGP. Ini yang menjadi atensi seluruh pihak, dari Satgas Covid Nasional dan Daerah; Pemprov NTB; Pemkab Loteng; hingga jajaran TNI-Polri.
Suharyanto menyebut, vaksinasi dosis pertama dan kedua di NTB telah berjalan dengan baik. Sehingga kedatangan tim dari BNPB untuk memastikan percepatan di vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Loteng.
Percepatan vaksinasi booster dimulai sebelum MotoGP hingga sekitar dua minggu setelahnya. ”BNPB khusus vaksin dosis ketiga. Kita lakukan dua minggu terus menerus. Kalau masih dibutuhkan, akan kita lanjutkan,” kata jenderal bintang tiga ini.
Kemudian, soal kesiapan rumah sakit jika terjadi kasus covid selama event MotoGP, dikatakannya sudah cukup baik. Di Loteng sudah ada RS Mandalika dengan bangunan yang bagus dan ruangannya telah diatur, untuk perawatan umum maupun kasus covid.
BNPB maupun Satgas Covid juga telah bersiap apabila terjadi lonjakan kasus covid di Loteng. Yakni dengan menyiapkan tenda untuk menambah kapasitas ruang perawatan. ”Artinya, kita tidak minta-minta (kasus bertambah), tapi kalau ada yang sakit dan kena covid saat MotoGP, kita sudah siap,” tegasnya.
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah memastikan NTB sudah siap untuk event MotoGP. Kesiapan ini tak lepas dari dukungan dari pemerintah pusat dan kerja sama seluruh pihak, termasuk TNI Polri. ”Itu semua berkat support luar biasa dari seluruh pihak,” kata Rohmi.
Soal vaksinasi, Rohmi menyebut capaian pada dosis satu di NTB telah menjangkau 96,31 persen dari target. Adapun di dosis dua, mencapai 80,75 persen. Angka ini akan terus bergerak seiring percepatan vaksinasi di lapangan. ”Sekarang kita percepat untuk dosis ketiga. Jadi semua sudah siap,” tuturnya.
Capaian lebih dari 80 persen pada dosis kedua berarti Pemprov berhasil mencapai target yang dibebankan pemerintah pusat, untuk pelaksanaan MotoGP. Meski belum semua kabupaten/kota di NTB telah mencapai 80 persen di dosis dua.
Masih ada Lombok Tengah yang vaksinasi keduanya berada di angka 79,14 persen hingga 14 Maret. Jumlah tersebut diyakini akan genap hingga 80 persen sebelum 18 Maret. Kemudian ada Lombok Barat di angka 76,63 persen dan Kabupaten Sumbawa 73,94 persen. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita